LANGIT7.ID-Surabaya; Penguatan perbankan syariah menjadi fokus utama dalam upaya memperluas ekonomi inklusif dan berkelanjutan di Jawa Timur. Langkah ini juga diarahkan untuk meningkatkan daya saing global melalui kolaborasi lintas negara dan penguatan kelembagaan sektor keuangan daerah.
Komitmen tersebut tercermin dalam pertemuan strategis antara Khofifah Indar Parawansa dan CEO Maybank Islamic Berhad Mohamad Yasin bin Abdullah di Kuala Lumpur. Pertemuan ini merupakan bagian dari rangkaian misi dagang dan investasi Jawa Timur-Malaysia dalam kunjungan kerja Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada Rabu (29/4).
Dalam agenda tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama manajemen Bank Jatim membuka peluang kerja sama strategis dengan Maybank Group. Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada aspek bisnis, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat layanan keuangan syariah yang inklusif dan berbasis nilai.
“Kami menyambut baik inisiatif kerja sama ini sebagai bagian dari aliansi strategis yang tidak hanya berorientasi pada aspek komersial, tetapi juga memperkuat layanan keuangan yang inklusif dan berbasis nilai,” ujar dia dalam keterangannya, dikutip Sabtu (2/5/2026).
Penguatan sumber daya manusia menjadi perhatian utama dalam pengembangan unit usaha syariah Bank Jatim. Khofifah menegaskan pentingnya tenaga profesional yang memiliki latar belakang Islamic finance guna menjaga kualitas dan integritas layanan.
“Kami ingin unit usaha syariah di Bank Jatim diperkuat dengan sumber daya manusia yang benar-benar memiliki latar belakang pendidikan Islamic finance, bukan sekadar transformasi dari perbankan konvensional. Ini penting untuk memastikan kualitas dan integritas layanan keuangan syariah,” tegasnya.
Selain itu, sinergi ini juga diharapkan memperkuat posisi Bank Jatim dalam skema Kelompok Usaha Bank bersama lima bank pembangunan daerah lainnya. Skema tersebut dinilai mampu memperluas captive market, meningkatkan kolaborasi antarwilayah, serta memperbesar skala ekonomi layanan perbankan daerah.
Transformasi digital turut menjadi bagian dari strategi melalui pengembangan layanan J-Connect generasi ketiga. Inovasi ini diarahkan untuk memperluas akses keuangan, termasuk bagi masyarakat Jawa Timur yang berada di Malaysia.
“Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat transformasi Bank Jatim menjadi institusi keuangan yang adaptif, kompetitif, dan mampu menjangkau masyarakat lebih luas,” imbuh Khofifah.
Di sisi lain, Mohamad Yasin bin Abdullah menyampaikan apresiasi atas pertemuan tersebut yang tetap berlangsung di tengah agenda kunjungan kerja Gubernur Jawa Timur di Malaysia. Ia menyebut pertemuan ini sebagai kelanjutan dari komunikasi dan penjajakan kerja sama yang sebelumnya telah dilakukan antara Bank Jatim dan jajaran direksi Maybank di Indonesia.
Dalam paparannya, Yasin menegaskan posisi Maybank Group sebagai salah satu institusi keuangan syariah terbesar di dunia, dengan portofolio pembiayaan syariah mencapai sekitar 74 persen dari total portofolio grup.
“Maybank Group saat ini berada pada posisi sebagai salah satu Islamic Banking terbesar di dunia. Kami melihat Jawa Timur sebagai wilayah yang sangat strategis, baik dari sisi demografi maupun geostrategis,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti potensi besar pengembangan ekosistem industri halal sebagai bagian dari strategi ekspansi global keuangan syariah. Menurutnya, penguatan industri halal mencakup seluruh rantai nilai, termasuk dukungan sistem layanan keuangan.
“Industri halal memiliki potensi besar untuk memperluas pasar keuangan syariah. Kami melihat peluang sinergi yang kuat dengan Jawa Timur dalam membangun ekosistem halal yang komprehensif,” jelasnya.
Maybank Group turut mengapresiasi langkah bisnis Bank Jatim melalui skema KUB dan inovasi digital yang dinilai mampu memperkuat layanan keuangan inklusif di tingkat regional. Selain itu, rencana pengembangan transaksi remitansi bagi Pekerja Migran Indonesia asal Jawa Timur dan wilayah KUB diharapkan dapat meningkatkan kualitas serta keamanan layanan.
Pertemuan ini juga dihadiri sejumlah pejabat dari kedua pihak, termasuk Director Maybank Indonesia Shariah Banking Romy Buchari, Head of Shariah Wealth & Halal Ecosystem Azzady bin Jamaluddin, Head of New Markets Strategy Salem Ghandour, Head Transaction Banking Cash Maybank Indonesia Christian Kurniawan, Kepala DPMPTSP Provinsi Jawa Timur Dyah Wahyu Ermawati, Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo, Komisaris PT SIER Indra N. Fauzi, serta SVP International Banking Division Bank Jatim Hening Triujianti.
(lam)