LANGIT7.ID-Jakarta; Ekspansi layanan perbankan syariah di kawasan penyangga Jakarta terus diperkuat seiring meningkatnya kebutuhan finansial masyarakat urban. Salah satunya ditandai dengan relokasi kantor cabang PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) ke area strategis di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, pada Rabu (29/4).
Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas jangkauan bisnis sekaligus memperdalam penetrasi pasar di wilayah dengan pertumbuhan ekonomi yang dinilai pesat. Tangerang Selatan sendiri diposisikan sebagai salah satu pusat pertumbuhan baru di Jabodetabek, dengan kebutuhan layanan perbankan yang semakin kompleks.
Dengan luas bangunan mencapai 1.752 meter persegi, kantor cabang baru tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan layanan yang terus berkembang di kawasan urban. Relokasi ini juga menjadi upaya perusahaan dalam memperkuat akses layanan sekaligus menangkap peluang pembiayaan syariah di wilayah potensial.
Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor menegaskan bahwa kehadiran kantor cabang ini diharapkan mampu mempermudah akses nasabah sekaligus mendukung ekspansi pembiayaan. “Bank BSN hadir di Kota Tangsel, yang juga merupakan salah satu jantung pusat pertumbuhan ekonomi Jabodetabek untuk memberikan kemudahan akses bagi nasabah,” kata Alex dalam siaran pers, dikutip Kamis (30/4/2026).
Secara nasional, kinerja perusahaan hingga Maret 2026 mencatatkan total aset sekitar Rp 76,2 triliun, dengan jumlah nasabah yang telah melampaui 1,34 juta orang di seluruh Indonesia. Kondisi ini menjadi dasar bagi perseroan untuk terus memperluas jaringan dan layanan.
Relokasi kantor di Serpong juga disebut sebagai bagian dari kesiapan perusahaan dalam mengantisipasi peningkatan kebutuhan pembiayaan syariah, khususnya di kawasan urban yang terus berkembang.
Dalam strategi bisnisnya, Bank BSN menetapkan tiga fokus utama, yakni penyaluran KPR subsidi, pengembangan UMKM berbasis integrasi digital, serta inovasi produk konsumen. Untuk sektor perumahan, perusahaan menargetkan penyaluran KPR subsidi sebanyak 73.700 unit secara nasional.
Wilayah Tangerang dan sekitarnya dipandang memiliki kontribusi penting dalam pencapaian target tersebut, didukung oleh ekosistem pengembang yang dinilai solid melalui asosiasi seperti REI, APERSI, dan HIMPERA. Karakter kawasan yang berkembang sebagai hunian sekaligus pusat ekonomi baru dinilai selaras dengan fokus pembiayaan perumahan.
Selain memperluas pembiayaan, Bank BSN juga mendorong percepatan digitalisasi layanan melalui aplikasi Bale Syariah. Hingga saat ini, platform tersebut telah digunakan oleh 1,4 juta pengguna dengan total volume transaksi mencapai Rp 2,7 triliun.
Transformasi digital ini akan terus diperluas, termasuk pada layanan yang sebelumnya masih bergantung pada kantor cabang. “Ke depan, nasabah bisa membuka deposito hingga melakukan transaksi beli dan gadai emas cukup melalui Bale Syariah tanpa harus ke kantor. Kami juga akan mengembangkan Bale Syariah Korporat. Inovasi ini adalah bagian dari strategi kami untuk mendorong ekspansi kredit sekaligus efisiensi operasional,” ujar Alex.
Langkah digitalisasi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga efisiensi sekaligus menopang pertumbuhan pembiayaan di tengah persaingan industri perbankan yang semakin ketat.
(lam)