LANGIT7.ID-Jakarta; Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) memasuki babak baru. Dalam rangkaian Rapat Anggota Tahunan (RAT) dan Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) yang digelar di Hotel The Westin, Jakarta, arah besar industri asuransi syariah ditegaskan sekaligus diikuti pergantian kepemimpinan strategis untuk periode selanjutnya.
Forum yang dihadiri Dewan Pengurus Harian, Dewan Penasehat, serta perwakilan dari 46 perusahaan anggota ini tidak hanya menjadi ajang pertanggungjawaban, tetapi juga momentum penting dalam menentukan masa depan industri perasuransian syariah di Indonesia.
Ketua Dewan Pengawas AASI, Ma'ruf Amin, menegaskan bahwa industri ekonomi syariah kini memasuki fase krusial. Ia membagi perjalanan ekonomi syariah dalam dua tahap besar.
“Pergerakan ekonomi syariah terbagi dalam dua fase, yakni 25 tahun pertama sebagai periode memasyarakatkan ekonomi syariah, dan 25 tahun ke depan, mulai tahun 2026, sebagai fase take-off untuk mensyariahkan ekonomi masyarakat, termasuk asuransi syariah,” ujar dia dalam keterangan resmi yang diterima Langit7.id, Kamis (30/4/2026).
Menurutnya, potensi asuransi syariah sangat besar, namun pangsa pasar masih menjadi tantangan utama. Karena itu, ia menekankan pentingnya fokus pada perluasan market share agar industri ini benar-benar bisa berkembang secara signifikan.
Ia juga memaparkan tiga langkah strategis yang perlu dijalankan, yaitu penguatan konsolidasi organisasi di tingkat perusahaan dan asosiasi, penguatan regulasi yang mendorong pengembangan industri, serta optimalisasi peran agen asuransi syariah guna meningkatkan partisipasi masyarakat.
Tak hanya itu, Ma'ruf Amin mengingatkan bahwa kekuatan spiritual harus tetap menjadi fondasi utama, dengan menekankan prinsip ista‘in billāh wa lā ta‘jiz, yakni memohon pertolongan kepada Allah dan tidak bersikap lemah dalam menghadapi periode take-off.
Ia menutup dengan optimisme bahwa meskipun jumlah perusahaan asuransi syariah berpotensi menurun akibat proses spin-off, pangsa pasar justru diharapkan meningkat melalui penguatan kelembagaan, keagenan, dan regulasi yang mendukung pertumbuhan industri.
Di sisi lain, RAT yang dipimpin oleh Ketua Umum AASI saat itu, Rudy Kamdani, juga membahas capaian dan rencana strategis organisasi. Arry Wibowo memaparkan program kerja sepanjang 2025, sementara laporan keuangan disampaikan oleh Bukit Rahardjo. Rencana kerja 2026 kemudian dibahas oleh Tati Febriyanti.
Seluruh peserta RAT secara mufakat menerima laporan pertanggungjawaban program kerja dan laporan keuangan tahun 2025, sekaligus menyetujui rencana program kerja dan anggaran tahun 2026. Persetujuan ini juga memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab kepada jajaran pengurus atas kinerja mereka selama periode tersebut.
Momentum kemudian berlanjut ke RALB, yang menjadi titik penting dalam perubahan kepemimpinan. Agenda diawali dengan pemberhentian dengan hormat Ketua Umum, Dewan Pengawas, dan seluruh kepengurusan AASI periode 2023–2026, disertai apresiasi atas kinerja mereka.
![AASI Masuk Fase Take Off, Fauzi Arfan Resmi Jadi Ketua Umum Baru 2026-2029]()
Dalam forum yang sama, AASI resmi memilih dan menetapkan Fauzi Arfan sebagai Ketua Umum periode 2026–2029, menggantikan Rudy Kamdani.
Pemilihan ini diikuti tiga kandidat, yaitu At Yaltha (PT Asuransi Jasindo Syariah), Fauzi Arfan (PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia Syariah), dan Yurivanno Gani (PT Asuransi Takaful Keluarga). Dari hasil pemungutan suara yang diikuti 44 perusahaan anggota, Fauzi Arfan keluar sebagai pemenang.
Dalam sambutan perdananya, Fauzi Arfan langsung menegaskan arah kepemimpinannya.
“Kami akan membangun fondasi yang lebih kuat melalui konsolidasi organisasi, memperkuat sinergi antar anggota, serta menyiapkan Peta Jalan menuju kemandirian industri asuransi syariah,” ujar dia.
Ia juga menegaskan visinya untuk menjadikan AASI sebagai asosiasi yang mandiri, dengan memajukan anggota agar berdaya saing dan menjadi motor pertumbuhan industri yang profesional serta berdampak luas.
Untuk mencapai hal tersebut, ia menyoroti sejumlah fokus utama, mulai dari penguatan kelembagaan, pengembangan agen yang profesional dan kompetitif, perluasan literasi dan inklusi pasar, hingga peningkatan peran dalam kebijakan dan regulasi. Kolaborasi industri juga menjadi kunci untuk menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Selain memilih Ketua Umum, RALB juga menetapkan susunan Dewan Pengawas AASI periode 2026–2029 melalui pemungutan suara yang diikuti delapan kandidat. Hasilnya, Ma'ruf Amin kembali ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pengawas, didampingi Tati Febriyanti dan R. Arry Bagoes Wibowo sebagai anggota.
Dengan kombinasi arah strategis baru dan kepemimpinan yang berganti, AASI kini bersiap memasuki fase take-off yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan industri asuransi syariah secara lebih luas dan berdampak nyata di tengah masyarakat.
(lam)