Langit7, Depok - Jangkrik biasanya digunakan sebagai pakan hewan ternak atau pun burung kicau. Kandungan proteinnya yang cukup tinggi, yakni sekitar 12,9 gram untuk setiap 100 gramnya, diyakini dapat memberikan manfaat kesehatan bagi hewan peliharaan.
Hal itu juga yang menjadikan permintaan akan serangga kecil ini tidak pernah menurun, khususnya dari kalangan pehobi burung kicau.
Di sisi lain, walaupun terkesan murah, ternyata beternak jangkrik memiliki peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Seperti yang dilakukan Sonny Budiarto, peternakan jangkrik asal Tapos, Depok.
Baca juga: Mawar Emas, Perlawanan Terhadap Rentenir Berbasis MasjidMenjalani usahanya selama 10 tahun, Sonny mengaku mampu mendapatkan penghasilan tambahan yang cukup lumayan dari penjualan jangkriknya.
"Untuk harga jual fluktuatif, tapi yang jelas rata-rata bisa sampai Rp30 ribu per kilogram," ujarnya dikanal YouTube Kisah Tanpa Batas.
Sonny menyebutkan, telah memiliki setidaknya 45 kotak tempat budi daya jangkriknya. Jika ditotal rata-rata dia mampu mendapatkan omzet hingga Rp18 juta tiap sekali panen.
Hasil itu terbilang cukup besar dan menjanjikan. Pasalnya, masa panen jangkrik sendiri hanya memakan waktu selama 30-45 hari.
Baca juga: Sandiaga Uno Sebut Industri Gim Mampu Wujudkan Cita-Cita Indonesia Emas 2045Hal itu menjadi motivasi utamanya yang hingga saat ini tetap konsisten menjadi peternak jangkrik. Di mana perputaran uang bisa didapatkan dalam waktu singkat.
"Sekarang ada hampir 50 kotak. Tujuannya memang selain untuk menambah pemasukan, juga bagi-bagi rezeki ke tetangga. Jadi mereka ada yang menyuplai daun pisang, dan sayuran," jelasnya.
Saking banyaknya permintaan akan jangrik, Sonny sendiri mengaku tidak kesulitan dalam hal pemasaran. Pasalnya, saat ini sudah banyak pengepul yang menjadi langganan dan mengambil hasil panennya.
"Biasanya jangkrik ini digunakan sebagai pakan burung dan peternakan ikan," ujarnya.
Baca juga: Prospek Bisnis Menggiurkan Budi Daya KoiDia mengatakan, untuk bisa mengembangkan dan meraih hasil maksimal dari usaha yang dijalankan, diperlukan keseriusan dan fokus dalam menjalankannya.
"Kalau kita fokus, hasilnya Insya Allah bagus. Juga jangan sampai pelit ilmu, jadi saling sharing itu juga penting," tambahnya.
(zul)