Langit7, Jakarta - Belum banyak orang familiar dengan ayam cemani, yakni ayam dengan tampilan luar berwarna hitam berikut dengan organ dalamnya. Biasanya, ayam cemani kental digunakan di dalam acara ritual adat Jawa.
Namun siapa sangka, muslim asal Kudus ini mampu beternak ayam cemani yang jauh dari kata mistis. Ia bahkan memasarkan ayamnya hingga ke Pakistan.
Ialah Abdul Rohman, yang mulai beternak ayam cemani pada 2019 lalu. Tiga tahun berjalan, perkembangan usahanya itu bisa dikatakan cukup baik.
"Alhamdulillah sampai saat ini masih lancar dan banyak diminati di kalangan orang yang membutuhkan ayam cemani," jelasnya dikutip dari kanal YouTube Sahabat Pensiun.
Baca juga: Digital Womenpreuneurship, Dorong Lahirnya Pengusaha Kaum PerempuanIa menuturkan, pembeli asal Pakistan itu datang langsung ke peternakannya untuk melakukan transaksi. Menurutnya, di Pakistan sendiri, ayam yang dikembangkan di Pulau Jawa sejak abad ke-12 itu dijadikan untuk kebutuhan konsumsi.
"Restoran dan hotel di sana menjadikan ayam cemani untuk dikonsumsi, karena dagingnya juga lebih enak daripada ayam kampung biasa," katanya.
Rohman menyebutkan, selain bisa digunakan untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari, ayam berwarna hitam ini sering juga digunakan oleh ahli spiritual kebatinan.
Kendati demikian, dia mengaku hal itu hanyalah mitos belaka dan telah menjadi kepercayaan masyarakat adat sejak lama.
Baca juga: Prospek Bisnis Menggiurkan Budi Daya KoiDi sisi lain, ayam yang jarang ditemui pada umumnya ini ternyata memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Rohman sendiri biasa menjual ayam cemaninya dengan kualitas biasa seharga Rp100 ribu untuk usia satu bulan.
"Kalau ada yang super harganya Rp200 ribu untuk usia satu bulan. Harga ini akan semakin naik seiring bertambahnya usia ayam. Bahkan yang dewasa super bisa dijual dengan harga Rp5-10 juta," ungkapnya.
Dia menjelaskan, ayam kualitas super biasanya akan berwarna hitam pekat secara keseluruhan. Mulai dari kulit, dubur, mata, kuku, jari, kaki, bahkan hingga ke tulangnya sekali pun.
Ia berharap, dapat mengembangkan usahanya ini lebih besar lagi. Sebab, selain bernilai ekonomi, tambah dia, beternak ayam cemani juga merupakan upaya melestarikan ayam asli Indonesia.
Baca juga: Varietas Kacang Tunggak, Alternatif Kedelai pada Industri Tempe(zul)