Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 02 Juni 2026
home wirausaha syariah detail berita

Varietas Kacang Tunggak, Alternatif Kedelai pada Industri Tempe

mahmuda attar hussein Senin, 20 Desember 2021 - 07:03 WIB
Varietas Kacang Tunggak, Alternatif Kedelai pada Industri Tempe
Ilustrasi kacang tunggak untuk bahan tempe. Foto: Langit7
Langit7, Jakarta - Kacang tunggak merupakan komoditas pertanian yang belum banyak dikenal oleh masyarakat luas. Padahal kacang lokal ini sangat potensial. Baik dari segi produktivitas, kandungan gizi, hingga pengembangannya.

Prof Muhamad Syukur, Guru Besar Agronomi dan Hortikultura IPB University mengatakan konsumsi kacang di Indonesia didominasi oleh kacang kedelai. Sebagian besar kacang kedelai dijadikan bahan utama dalam industri tempe dan tahu. Kebutuhannya yang tinggi membuat pemerintah mengeluarkan kebijakan impor kedelai.

Baca juga: Inovasi dan Kualitas Rasa Omah Jenang, Antarkan Produknya hingga Mancanegara

Menurutnya, kacang-kacangan lokal perlu didorong sebagai alternatif pengganti kedelai. Dilihat dari sisi kandungan gizi, kedelai masih menjadi acuan. Yakni kandungan protein perlu di atas 30 persen. Sedangkan kacang tunggak hanya memiliki kandungan protein 22-30 persen.

Kandungan karbohidratnya juga lebih mirip dengan kacang hijau dengan kandungan lemak yang jauh lebih rendah dari kedelai. Sehingga perlu ada pengembangan lebih lanjut untuk meningkatkan kandungan proteinnya.

“Dengan kandungan karbohidratnya yang tinggi, kacang tunggak ini memiliki potensi yang mirip dengan kacang hijau. Potensi untuk dikonsumsi langsung, untuk dijadikan cemilan dan juga untuk bubur. Kacang tunggak ini bisa dijadikan pendamping kedelai maupun kacang hijau,” ungkapnya, dalam keterangan tertulis, Senin(20/12).

Baca juga: Muslimah Festival 2021, Ajang Silaturahmi dan Pengembangan Bisnis Ekonomi Syariah

Menurutnya, kandungan asam amino esensial kacang tunggak relatif lebih baik dari jenis kacang lainnya. Produktivitasnya juga cukup tinggi yakni sekitar dua hingga lima ton per hektar. Jumlah ini dinilai lebih dapat berdaya saing daripada kedelai.

“Daya adaptasinya cukup luas pada berbagai agroekologi. Sehingga pengembangannya pada lahan kering sangat cocok. Persilangan kacang tunggak juga telah dilakukan. Hasilnya memiliki keragaman ukuran dan warna polong. Varietas yang telah dilepas oleh Kementan RI ada 10 jenis dan sejak akhir 90-an belum ada pengembangan lebih lanjut,” jelasnya.

Menurutnya, IPB University telah melakukan berbagai pemuliaan kacang tunggak melalui persilangan. Metode pemuliaan yang digunakan di antaranya metode pedigree dan seleksi individu. Kemudian dilakukan uji adaptasi hingga pelepasan varietasnya.

“Dihasilkan empat varietas yang memiliki warna dan ukuran biji beragam yakni Tampi IPB, Uni IPB, Albina IPB dan Arghavan IPB. Hasil persilangan antara varietas tersebut bahkan memiliki produktivitas tiga kali lipat melebihi kedelai,” ujarnya.

Baca juga: Mundur dari Pegawai Kantoran, Muslimah Ini Sukses Kembangkan Usaha Cilok

Ia menambahkan, warietas Albina IPB bahkan telah dikembangkan untuk industri tempe. Karakteristik dan kandungan gizinya cukup baik dan dapat disetarakan dengan kedelai. Tempe sehat albina ini telah diujicobakan melalui kerjasama dengan PT Mastero Circle Indonesia. Cita rasa produk tempe dari kacang tunggak ini tentu tidak kalah dengan tempe kedelai.

“Kacang tunggak berpotensi besar sebagai kacang lokal pendamping kedelai. Namun dalam pengembangannya masih terdapat banyak tantangan. Di antaranya belum dikenal masyarakat luas sehingga perlu ada pengembangan industri pangan dan pakan terkait kacang tunggak. Rantai nilainya juga belum terbentuk karena industrinya belum berkembang.

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 02 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)