Langit7, Jakarta - Tidak banyak orang yang berani mengambil keputusan untuk mundur dari pekerjaannya di kantoran. Apalagi, keputusan itu harus diambil setelah mengabdi selama 10 tahun lamanya.
Namun, hal itu tidak berlaku bagi Mika Riandita, yang harus merelakan pekerjaan lamanya sebagai pegawai untuk beralih profesi sebagai pengusaha.
![Mundur dari Pegawai Kantoran, Muslimah Ini Sukses Kembangkan Usaha Cilok]()
Usai mundur pada 2018 lalu, Mika mulai merintis usaha kulinernya. Sebelumnya, dia merupakan seorang pegawai di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Baca juga: Keripik Tempe Bawa Mantan Pegawai Kantoran Ini Sukses BerwirausahaKeputusannya untuk mundur setelah mengabdi selama 10 tahun, dikarenakan dia ingin menjadi pribadi yang dapat menebar lebih banyak manfaat kepada banyak orang.
Walaupun keputusannya itu sempat ditentang keluarga, tapi tekadnya sudah bulat. Mika mengabulkan keinginannya dan beralih profesi sebagai pengusaha.
"Sebenarnya niat untuk resign itu adalah agar bermanfaat buat orang, agar hidup kita lebih bernilai. Jadi bisa bantu orang lewat membuka lapangan pekerjaan," katanya dikutip dari kanal YouTube Apabe Media.
Apalagi, lanjut Mika, dengan berwirausaha dia dapat mengatur jam kerjanya sendiri. Sehingga sebagai ibu, dia dapat memberikan perhatian yang cukup kepada anak-anaknya.
Awal merintis usahanya dulu, Mika masih mengemban tugas di OJK. Sehingga pesanan akan produknya masih banyak dilakukan di lingkungan kerjanya dengan sistem pre order.
"Cilok Djoedes itu artinya juara pedes. Dari yang awalnya baru satu varian, kini saya sudah berinovasi dengan saus pedas, saus padang, saus keju, sambal geprek, dan sambal taichan agar pembeli tidak bosan," katanya.
Baca juga: Jadi Primadona, Milenial Ini Sukses Jadi Pebudi Daya Koi![Mundur dari Pegawai Kantoran, Muslimah Ini Sukses Kembangkan Usaha Cilok]()
Selain varian saus sambalnya, Mika juga memberikan sentuhan baru terhadap produk ciloknya. Seperti baso aci ceker, jamur, cilok mungil, kikil, dan lainnya.
Untuk satu paket kemasan cilok beserta saus sambalnya, dia biasa memasarkan dengan harga Rp19 ribu. Saat ini, produknya sudah tersebar ke beberapa wilayah melalui mitranya, seperti Tangerang, Serang, Bekasi, Jakarta, hingga Palembang.
"Untuk jadi pebisnis kita harus ubah pola pikir. Mindset pebisnis ya, bukan pedagang. Kalau mindset pebisnis itu konsisten, karena ini salah satu cara untuk mengembangkan usaha hingga sampai tujuan yang diinginkan," jelasnya.
Baca juga: Anak Punk Hijrah, Sukses Kembangkan Usaha Sablon dan KonveksiDia menambahkan, bagi sebagian orang, modal merupakan hal yang paling sering menjadi penghambat untuk mulai berwirausaha.
"Buat saya, seribu langkah besar itu dimulai dari satu langkah kecil. Jadi tidak masalah modalnya kecil, yang penting kita berani buat melangkah. Karena seribu langkah besar itu dimulai dari satu langkah kecil," tambahnya.
(zul)