LANGIT7.ID-, Karachi - Sebanyak 14 orang
meninggal dunia dalam
kebakaran mal di
Karachi, Pakistan, salah satunya petugas pemadam kebakaran. Sementara 58 orang lainnya dilaporkan masih
hilang.
Kebakaran mal Gul Plaza, yang berlokasi di Jinnah Road, terjadi pada Sabtu (17/1/2026) malam waktu setempat.
Pusat perbelanjaan bertingkat itu menampung sekitar 1.200 toko dengan luas 8.000 meter persegi.
Baca juga: Innalillahi, 22 Korban Tewas dalam Kebakaran Gedung Terra Drone KemayoranPetugas
pemadam kebakaran membutuhkan lebih dari 24 jam untuk memadamkan api sejak Sabtu malam.
Sebagian bangunan mal telah runtuh, dan para pejabat mengatakan puing-puing dan kurangnya ventilasi menghambat upaya penyelamatan.
"Hampir seluruh bangunan sudah dilalap api" kata tim penyelamat seperti dilansir Saudi Gazette, Senin (19/1/2026).
Keluarga dari korban melaporkan anggota keluarga yang hilang pada bagian administrasi, dan hingga Senin dilaporkan 58 orang masih belum ditemukan.
Pejabat polisi mengatakan, 26 orang dilaporkan hilang saat terakhir terlihat di dalam gedung, berdasarkan lokasi ponsel.
Hassan Khan, juru bicara Rescue 1122 di Karachi, mengatakan kepada BBC Urdu bahwa api menyebar cepat karena adanya bahan yang mudah terbakar seperti busa plastik, kain, dan parfum di dalam gedung.
Baca juga: Tujuh WNI Jadi Korban Kebakaran Besar di Hong KongPada Ahad malam, sebagian Gul Plaza hangus dan menjadi puing-puing. Tim penyelamat mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa seluruh bangunan bisa runtuh.
Sementara itu, derek telah dikerahkan untuk memindahkan sisa-sisa bangunan yang sebagian runtuh, dengan harapan dapat menemukan lebih banyak jenazah.
Tim penyelamat mengatakan masih menunggu struktur bangunan cukup dingin agar melanjutkan pencarian secara menyeluruh.
Seorang pemilik toko di Gul Plaza, Zain, mengatakan bahwa ada ratusan orang yang berada di dalam gedung ketika kebakaran terjadi.
"Toko-toko saya terbakar di depan mata saya. Kami bahkan tidak bisa mengeluarkan barang-barang dari toko-toko itu. Masih banyak orang di dalam, saya punya banyak teman yang tidak dapat dihubungi," katanya.
Baca juga: Kebakaran Besar di Hongkong, Hanguskan 7 Gedung: 83 Tewas dan Ratusan Orang HilangSementara saksi mata lain mengatakan para pemilik toko telah mencoba menggunakan alat pemadam api, tetapi api yang besar tidak dapat diatasi.
Presiden Pakistan Asif Ali Zardari menyampaikan belasungkawa dan meminta pemerintah provinsi Sindh, Karachi, untuk melakukan tinjauan komprehensif terhadap pengaturan keselamatan di bangunan komersial dan perumahan di seluruh wilayah tersebut.
(est)