LANGIT7.ID-, Jakarta - -
Kebakaran yang melanda Gedung Terra Drone di
Kemayoran, Jakarta Pusat pada Selasa (9/12/2025), menewaskan sedikitnya 22 korban, terdiri dari tujuh orang laki-laki dan 15 orang perempuan, termasuk seorang
wanita hamil.
Api yang melahap gedung tujuh lantai itu menyebabkan kepanikan pegawai dan warga sekitar.
Kapolres Jakarta Pusat, Susatyo Purnowo Condro mengatakan
kebakaran bermula dari lantai satu gedung sebelum menyebar ke lantai-lantai lain.
Baca juga: 13 Orang Ditangkap Atas Dugaan Pembunuhan, Terkait Kebakaran di Hong KongMenurut keterangan beberapa saksi, kata Susatyo, kebakaran dipicu dari percikan api yang berasal dari sebuah baterai di area penyimpanan dan pengujian.
AP News melaporkan, gedung tersebut merupakan kantor penjualan dan penyimpanan untuk
perusahaan drone. Kebakaran diperkirakan terjadi pada tengah hari saat banyak pekerja sedang keluar
makan siang.
Api berhasil dipadamkan setelah tiga jam upaya intensif. Setidaknya 22 jenazah — tujuh pria dan 15 wanita, termasuk seorang wanita hamil — ditemukan dari gedung tersebut dan dibawa ke rumah sakit polisi di Jakarta Timur untuk diidentifikasi.
Pihak berwenang mengatakan sebagian besar
korban meninggal karena menghirup asap.
Petugas pemadam kebakaran berhasil menyelamatkan setidaknya 19 pekerja yang terjebak, beberapa di antaranya menderita luka ringan, tetapi dalam kondisi lemah dan trauma.
Seorang petugas polisi dan seorang petugas pemadam kebakaran juga mengalami kesulitan bernapas.
Baca juga: Kebakaran Besar di Hongkong, Hanguskan 7 Gedung: 83 Tewas dan Ratusan Orang HilangSementara Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengimbau para pimpinan perusahaan untuk membangun budaya keselamatan kerja dan memiliki rencana aksi darurat untuk evakuasi.
"Kasus ini jelas menunjukkan perusahaan tidak menyediakan 'akses darurat' dari kebakaran secara langsung," ujar Pramono Anung.
Sebagai informasi, PT Terra Drone Indonesia adalah perusahaan yang menyediakan teknologi pesawat tanpa awak untuk berbagai sektor industri seperti konstruksi, pertambangan, minyak dan gas, energi, perkebunan, dan tata kota.
(est)