Hendro Wicaksono Terinspirasi Qur'an dan Ciptakan Teknologi 4.0
Muhajirin
Selasa, 18 Januari 2022 - 19:26 WIB
Hendro Wicaksono (foto: nu.or.id)
Hendro Wicaksono merupakan Guru Besar Teknik Industri di Jacobs University Bremen, Jerman, asal Indonesia. Pria asal Sidoarjo, Jawa Timur, itu kini memimpin kelompok riset yang disebut INDEED (Intelligent Data Management in Industry 4.0).
Pada 2020 lalu, Hendro menerima penghargaan Teacher of the Year dari Universitas Jacobs. Ia dinilai sebagai dosen yang memiliki prestasi dalam proses pembelajaran, khususnya pada masa pandemi Covid-19. Ia berhasil menjadikan metode pembelajaran daring yang secara intrinsik memuaskan dan menjadi pengalaman berharga bagi para mahasiswa.
Ia memiliki segudang prestasi. Di samping Itu, ia juga aktif di berbagai organisasi. Ia juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Pengurus Wilayah Khusus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jerman, Koordinator Divisi Pendidikan, Ikatan Ahli Sarjana Indonesia (IASI) Jerman, dan Anggota Dewan Syuriah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Jerman.
Hendro juga tercatat sebagai dan co-founder dua startup teknologi di Indonesia yang bergerak di bidang perlindungan lingkungan dan pelayanan kesehatan digital.
Hasil riset Hendro diakui dan digunakan di banyak institusi di Jerman dan Eropa. Pada 2013, ia mengembangkan sistem untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi berbasis artificial intelligence yang saat ini digunakan di beberapa gedung di Jerman, di Eindhoven Belanda dan di Sevilla dan Barcelona di Spanyol.
"Saya mengajar dan mengerjakan penelitian yang berfokus pada bagaimana manajemen data dan analisis dapat mengoptimalkan proses industri dan bisnis dan memberikan dampak signifikan terhadap tiga pilar keberlanjutan, yaitu ekonomi, masyarakat, dan lingkungan," kata Hendro, dikutip laman Facebook Muslim Scientists Europe, Selasa (18/1/2022).
Hendro lahir dan besar di Indonesia. Ia menerima gelar sarjana informatika di Institut Teknologi Bandung (ITB). Setelah itu, ia mendapat beasiswa dari Jerman Academic Exchange Service (DAAD) untuk melanjutkan studi S2 di bidang teknik informasi dan komunikasi di Karlsruhe Institute of Technology, Jerman. Ia menerima gelar doktor di kampus yang sama.
Pada 2020 lalu, Hendro menerima penghargaan Teacher of the Year dari Universitas Jacobs. Ia dinilai sebagai dosen yang memiliki prestasi dalam proses pembelajaran, khususnya pada masa pandemi Covid-19. Ia berhasil menjadikan metode pembelajaran daring yang secara intrinsik memuaskan dan menjadi pengalaman berharga bagi para mahasiswa.
Ia memiliki segudang prestasi. Di samping Itu, ia juga aktif di berbagai organisasi. Ia juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Pengurus Wilayah Khusus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jerman, Koordinator Divisi Pendidikan, Ikatan Ahli Sarjana Indonesia (IASI) Jerman, dan Anggota Dewan Syuriah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Jerman.
Hendro juga tercatat sebagai dan co-founder dua startup teknologi di Indonesia yang bergerak di bidang perlindungan lingkungan dan pelayanan kesehatan digital.
Hasil riset Hendro diakui dan digunakan di banyak institusi di Jerman dan Eropa. Pada 2013, ia mengembangkan sistem untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi berbasis artificial intelligence yang saat ini digunakan di beberapa gedung di Jerman, di Eindhoven Belanda dan di Sevilla dan Barcelona di Spanyol.
"Saya mengajar dan mengerjakan penelitian yang berfokus pada bagaimana manajemen data dan analisis dapat mengoptimalkan proses industri dan bisnis dan memberikan dampak signifikan terhadap tiga pilar keberlanjutan, yaitu ekonomi, masyarakat, dan lingkungan," kata Hendro, dikutip laman Facebook Muslim Scientists Europe, Selasa (18/1/2022).
Hendro lahir dan besar di Indonesia. Ia menerima gelar sarjana informatika di Institut Teknologi Bandung (ITB). Setelah itu, ia mendapat beasiswa dari Jerman Academic Exchange Service (DAAD) untuk melanjutkan studi S2 di bidang teknik informasi dan komunikasi di Karlsruhe Institute of Technology, Jerman. Ia menerima gelar doktor di kampus yang sama.