Kapan Saat Tepat Bacakan Talkin? Ini Penjelasan Ulama
Jaja Suhana
Kamis, 20 Januari 2022 - 19:40 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7/iStock.
Pada saat seseorang menghadapi sakaratul maut, setan datang untuk menggoda manusia untuk ingkar kepada Allah. Oleh karena itu itu bagi sahabat dan sanak saudara hendaknya membimbingnya (talkin) mengucapkan lafaz 'la ilaha illallah'. Membacakan talkin seharusnya dilakukan kepada orang yang akan meninggal, bukan kepada orang yang sudah meninggal.
"Pada saat sakaratul maut setan datang menggoda dan pintu taubat sudah ditutup, karena yang gaib sudah terlihat. Maka bacakanlah talkin kepadanya," ujar mubaligh Persatuan Islam (Persis) Ustaz Yayan Haryana, dalam ceramah bertema 'Kajian Kematian', dikutip Kamis (20/1/2022).
Nabi Muhammad SAW bersabda, "Man kana akhiru kalamihi laa illaha illallah, dakhalal jannah," artinya: "Siapa yang akhir ucapannya laa illaha illallah masuk ke surga."
Baca Juga:Ustaz Yayan Haryana: Makna Panjang Umur Bukan Berarti Hidup Lama
"Masalahnya apakah ada yang akan mentalkinkan pada akhir hayat kita nanti? itulah yang harus kita pikirkan," ujarUstaz Yayan.
Oleh karena itu, menurut dia umat Islam tidak boleh hanya shalih secara individual, namun juga berusaha membangun keshalehan sosial. Dakwah yang terbaik bukan kepada yang jauh, tapi dimulai dari keluarga dan kerabat terlebih dahulu.
Betapa bahagianya seseorang yang meninggal dunia, ketika istri dan anak-anak-anaknya yang mengurus jenazahnya. "Maka kuncinya shalihkan isrti dan anak-anak kita," tutur Ustaz Yayan.
"Pada saat sakaratul maut setan datang menggoda dan pintu taubat sudah ditutup, karena yang gaib sudah terlihat. Maka bacakanlah talkin kepadanya," ujar mubaligh Persatuan Islam (Persis) Ustaz Yayan Haryana, dalam ceramah bertema 'Kajian Kematian', dikutip Kamis (20/1/2022).
Nabi Muhammad SAW bersabda, "Man kana akhiru kalamihi laa illaha illallah, dakhalal jannah," artinya: "Siapa yang akhir ucapannya laa illaha illallah masuk ke surga."
Baca Juga:Ustaz Yayan Haryana: Makna Panjang Umur Bukan Berarti Hidup Lama
"Masalahnya apakah ada yang akan mentalkinkan pada akhir hayat kita nanti? itulah yang harus kita pikirkan," ujarUstaz Yayan.
Oleh karena itu, menurut dia umat Islam tidak boleh hanya shalih secara individual, namun juga berusaha membangun keshalehan sosial. Dakwah yang terbaik bukan kepada yang jauh, tapi dimulai dari keluarga dan kerabat terlebih dahulu.
Betapa bahagianya seseorang yang meninggal dunia, ketika istri dan anak-anak-anaknya yang mengurus jenazahnya. "Maka kuncinya shalihkan isrti dan anak-anak kita," tutur Ustaz Yayan.