LANGIT7.ID, Jakarta - Menyoal umur, manusia tidak ada yang tahu. Panjang pendeknya usia seseorang merupakan misteri yang yang Allah Swt saja yang mengetahuinya.
Seseorang dikatakan panjang umur bukan berarti hidup lama secara hitungan angka. Seorang yang sudah meninggal namun masih dibicarakan kebaikannya, itulah sebenarnya makna dari panjang umur.
"Jadi kebaikannya yang dibicarakan, bukan kejelekannya," ujar Pimpinan Pesantren Persis Pameungpeuk, Ustaz Yayan Haryana dalam sebuah ceramah bertema "Kajian Kematian", dikutip Rabu (19/1/2022).
Baca Juga: Bagaimana Sikap Muslim Saat Temukan Sesajen? Ini Kata UlamaSuatu ketika sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw: "Ya Rasul, seperti apa manusia yang baik itu? Rasulullah Saw menjawab: "Ia yang panjang umurnya dan bagus amalnya."
Ustaz Yayan menerangkan kunci panjang umur, yakni silaturahmi. Sebagaimana Nabi Muhammad SAW menjamin hambanya yang menyambungkan silaturahmi dengan rezeki yang banyak dan umur yang panjang.
Islam tidak mengenal perbedaan ras, golongan, suku bangsa, bahasa, dan sebagainya. Semua umat Islam adalah satu dalam bingkai persaudaraan.
Baca Juga: Produktif Tulis 1.000 Artikel Ilmiah, Ini Rahasia Adian Husaini"Semua adalah saudara meskipun berbeda nasab dan tidak terlahir dari dari perut ibu yang sama," ujarnya.
Ustaz Yayan mengingatkan berapapun usia seseorang, seperti apapun jalan kehidupannya semua akan sampai pada akhir berupa kematian. Kehidupan setelah kematian merupakan kehidupan sesungguhnya untuk mempertanggung jawabkan kehidupan selama di dunia.
"Proses kehidupan manusia bagaikan satu anak panah yang dilesatkan, semakin jauh bukan semakin cepat tapi semakin pelan dan akhirnya berhenti," ujar Ustaz Yayan.
Baca Juga: Terpilih Sebagai Ketum, Khadrian: JPRMI Tempat Berdakwah Bersama(zhd)