Kisah Muhammad Ali Nyantri ke Syaikh Ahmad Kaftaro di Suriah
Muhajirin
Senin, 24 Januari 2022 - 08:34 WIB
Muhammad Ali bersama Mufti Suriah Syaikh Ahmad Kaftaro (foto: istimewa)
Siapa yang tak kenal Muhammad Ali? Dia merupakan mantan petinju profesional asal Amerika Serikat yang dikenal luas sebagai salah satu tokoh olahraga penting abad ke-20.
Suatu ketika, saat tak lagi berlaga di dalam ring, ia mengadakan kunjungan resmi ke Suriah. Cerita ini dibagikan di akun Facebook Abnau Manhaj As-Syaikh Ahmad Kuftaro. Saat kunjungan, ia menyempatkan diri bertemu dengan Syaikh Ahmad Kaftaro di Damaskus.
"Kau ingin sembuh dari penyakitmu?" tanya Syaikh Ahmad Kaftaro kepada Muhammad Ali. Muhammad Ali memang mengidap parkinson yang menghambat respon syaraf tubuhnya.
"Bagaimana bisa, Syaikh? sementara para dokter terkenal di Amerika pun tak mampu menangani." jawab Muhammad Ali.
"Seusai kunjunganmu, kutunggu kau di kebunku, datanglah dan semoga Allah akan menyembuhkanmu dengan kemurahan dan rahmat-Nya." kata Syaikh Ahmad Kaftaro.
Setelah menyelesaikan kunjungan resmi, Ali bergegas ke kebun milik Syaikh Ahmad Kaftaro. Di tempat itu, Ali diminta tinggal selama 40 hari. Ia menyanggupi. Ia juga diminta melakoni puasa penyembuhan (semacam pembersihan racun tubuh atau detoksifikasi), yakni tidak boleh makan sama sekali, hanya boleh minum.
Ali hanya minum 3-4 liter perhari, ditambah 4 gram madu untuk menjaga kerja hati. Dia juga harus berhenti mengonsumsi semua jenis obat-obatan kimia, yakni satu jam di pagi hari dan satu jam di sore.
Suatu ketika, saat tak lagi berlaga di dalam ring, ia mengadakan kunjungan resmi ke Suriah. Cerita ini dibagikan di akun Facebook Abnau Manhaj As-Syaikh Ahmad Kuftaro. Saat kunjungan, ia menyempatkan diri bertemu dengan Syaikh Ahmad Kaftaro di Damaskus.
"Kau ingin sembuh dari penyakitmu?" tanya Syaikh Ahmad Kaftaro kepada Muhammad Ali. Muhammad Ali memang mengidap parkinson yang menghambat respon syaraf tubuhnya.
"Bagaimana bisa, Syaikh? sementara para dokter terkenal di Amerika pun tak mampu menangani." jawab Muhammad Ali.
"Seusai kunjunganmu, kutunggu kau di kebunku, datanglah dan semoga Allah akan menyembuhkanmu dengan kemurahan dan rahmat-Nya." kata Syaikh Ahmad Kaftaro.
Setelah menyelesaikan kunjungan resmi, Ali bergegas ke kebun milik Syaikh Ahmad Kaftaro. Di tempat itu, Ali diminta tinggal selama 40 hari. Ia menyanggupi. Ia juga diminta melakoni puasa penyembuhan (semacam pembersihan racun tubuh atau detoksifikasi), yakni tidak boleh makan sama sekali, hanya boleh minum.
Ali hanya minum 3-4 liter perhari, ditambah 4 gram madu untuk menjaga kerja hati. Dia juga harus berhenti mengonsumsi semua jenis obat-obatan kimia, yakni satu jam di pagi hari dan satu jam di sore.