Kasus Kematian Anak Indonesia akibat Covid-19 Meningkat dalam 3 Pekan Terakhir
Muhajirin
Sabtu, 24 Juli 2021 - 11:10 WIB
Sejumlah pengamen anak manusia silver berada di Jalan Raya Cikaret, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (23/7/2021) yang rata-rata abai protokol kesehatan. Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya/rwa.
Jumlah kematian anak di Indonesia meningkat dalam tiga pekan terakhir akibat infeksi SARS-CoV-2. Hal tersebut disampaikan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).
Ketua IDAI Aman Bhakti Pulungan mengatakan, lebih dari 100 anak meninggal dunia perpekan. "Mayoritas yang meninggal itu adalah balita, sedangkan 30 persen lainnya remaja antara 10 sampai 18 tahun," kata Aman dikutip Anadolu Agency, Jumat (23/7/2021).
Indonesia, kata dia, juga masih menjadi negara dengan prevalensi kasus kematian anak akibat Covid-19 yang paling tinggi di dunia.Aman mengatakan sebagian anak yang meninggal setelah terinfeksi Covid-19 memiliki penyakit penyerta (komorbid). Sayangnya, banyak orang tua tidak menyadari bahwa anak-anak mereka mengidap penyakit tersebut.
"Saat ini iya, Indonesia masih jadi yang tertinggi di dunia," tuturnya.
"Salah satunya yang tidak disadari oleh orang tua di Indonesia itu obesitas, diabetes juga lengah, lalu TBC padahal angka penyakit TBC kita ini nomor dua di dunia," ungkapnya.
Selain itu, krisis yang terjadi di fasilitas kesehatan juga berdampak pada sulitnya anak mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan. Fasilitas kesehatan yang hampir kolaps membuat banyak pasien harus mengantre hingga tiga hari di Instalasi Gawat Darurat (IGD) demi mendapatkan perawatan.
"Tidak mungkin anak-anak menunggu begitu lama di IGD, sementara tidak semua rumah sakit mempunyai IGD atau ruang rawat khusus anak. Jadi banyak yang kadang kita terlambat (menangani) pada saat ini," ujarnya.
Ketua IDAI Aman Bhakti Pulungan mengatakan, lebih dari 100 anak meninggal dunia perpekan. "Mayoritas yang meninggal itu adalah balita, sedangkan 30 persen lainnya remaja antara 10 sampai 18 tahun," kata Aman dikutip Anadolu Agency, Jumat (23/7/2021).
Indonesia, kata dia, juga masih menjadi negara dengan prevalensi kasus kematian anak akibat Covid-19 yang paling tinggi di dunia.Aman mengatakan sebagian anak yang meninggal setelah terinfeksi Covid-19 memiliki penyakit penyerta (komorbid). Sayangnya, banyak orang tua tidak menyadari bahwa anak-anak mereka mengidap penyakit tersebut.
"Saat ini iya, Indonesia masih jadi yang tertinggi di dunia," tuturnya.
"Salah satunya yang tidak disadari oleh orang tua di Indonesia itu obesitas, diabetes juga lengah, lalu TBC padahal angka penyakit TBC kita ini nomor dua di dunia," ungkapnya.
Selain itu, krisis yang terjadi di fasilitas kesehatan juga berdampak pada sulitnya anak mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan. Fasilitas kesehatan yang hampir kolaps membuat banyak pasien harus mengantre hingga tiga hari di Instalasi Gawat Darurat (IGD) demi mendapatkan perawatan.
"Tidak mungkin anak-anak menunggu begitu lama di IGD, sementara tidak semua rumah sakit mempunyai IGD atau ruang rawat khusus anak. Jadi banyak yang kadang kita terlambat (menangani) pada saat ini," ujarnya.