Nasihat UAS: Meski Tak Lancar, Teruslah Membaca Al-Qur'an
Muhajirin
Selasa, 25 Januari 2022 - 18:05 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Dai Kondang Ustadz Abdull Somad (UAS) mengingatkan setiap umat Islam agar tak berhenti membaca Al-Qur'an. Tentu saja, derajat orang terbaik di mata Rasulullah ialah para ahli Al-Qur'an.
Meski begitu, orang yang belum lancar membaca Al-Qur'an pun mendapatkan keberkahan. Walaupun masih terbata-bata, ia akan tetap mendapatkan pahala. Salah satu hadits riwayat Imam Bukhari, Rasulullah SAW bersabda:
"Orang yang ahli dalam Al-Qur'an akan bersama malaikat pencatat yang mulia lagi benar, dan yang terbata-bata dalam membacanya sedang ia bersungguh-sungguh maka baginya dua pahala." (HR Bukhari).
Menurut UAS, ini salah satu keberkahan orang yang bersungguh-sungguh mempelajari Al-Qur'an. Allah Ta'ala tetap memberikan ganjaran kebaikan meski belum bisa mencapai derajat ahli Qur'an.
"Orang yang belum mahir membaca Al-Qur'an, terbata-bata, dia akan mendapat dua pahala. Pahala dia membaca Al-Qur'an, pahala karena kerja keras, tidak pernah menyerah," kata UAS di kanal YouTube Tabayyun TV, dikutip Selasa (25/1/2022).
Namun, UAS mengingatkan, hadits di atas merupakan motivasi agar seorang muslim tidak berhenti belajar Al-Qur'an. Motivasi baca Al-Qur'an harus disandarkan pada orang-orang hebat. Seperti mengikuti jejak para ulama dalam membaca Qur'an.
UAS menceritakan kisah Imam Syafi'i, Imam Hambali, dan Imam Yahya bin Main. Tiga ulama besar berangkat ke Makkah untuk haji. Mereka tinggal dalam satu kamar. Setelah Isya dan pulang ke kamar, Imam Syafi'i berbaring. Sementara, Imam Hanbali shalat sampai azan subuh.
Meski begitu, orang yang belum lancar membaca Al-Qur'an pun mendapatkan keberkahan. Walaupun masih terbata-bata, ia akan tetap mendapatkan pahala. Salah satu hadits riwayat Imam Bukhari, Rasulullah SAW bersabda:
"Orang yang ahli dalam Al-Qur'an akan bersama malaikat pencatat yang mulia lagi benar, dan yang terbata-bata dalam membacanya sedang ia bersungguh-sungguh maka baginya dua pahala." (HR Bukhari).
Menurut UAS, ini salah satu keberkahan orang yang bersungguh-sungguh mempelajari Al-Qur'an. Allah Ta'ala tetap memberikan ganjaran kebaikan meski belum bisa mencapai derajat ahli Qur'an.
"Orang yang belum mahir membaca Al-Qur'an, terbata-bata, dia akan mendapat dua pahala. Pahala dia membaca Al-Qur'an, pahala karena kerja keras, tidak pernah menyerah," kata UAS di kanal YouTube Tabayyun TV, dikutip Selasa (25/1/2022).
Namun, UAS mengingatkan, hadits di atas merupakan motivasi agar seorang muslim tidak berhenti belajar Al-Qur'an. Motivasi baca Al-Qur'an harus disandarkan pada orang-orang hebat. Seperti mengikuti jejak para ulama dalam membaca Qur'an.
UAS menceritakan kisah Imam Syafi'i, Imam Hambali, dan Imam Yahya bin Main. Tiga ulama besar berangkat ke Makkah untuk haji. Mereka tinggal dalam satu kamar. Setelah Isya dan pulang ke kamar, Imam Syafi'i berbaring. Sementara, Imam Hanbali shalat sampai azan subuh.