Muslim Amerika di Illinois Rayakan Januari sebagai Bulan Warisan
Fifiyanti Abdurahman
Rabu, 26 Januari 2022 - 06:43 WIB
Gedung Kongres Illinois di Springfield. Foto: LANGIT7/iStock
Bulan Warisan Muslim Amerika pertama di Illinois berakhir tanpa banyak keriuhan. Hal tersebut dikarenakan organisasi nirlaba, Aliansi Kepemimpinan Muslim Amerika (MALA), tidak punya banyak waktu untuk bersiap setelah mendorong bulan warisan.
Gubernur Illinois Jay Robert Pritzker mengeluarkan izin perayaan Bulan Warisan Muslim Amerika di Illinois pada Desember tahun lalu. Perayaan tersebut digelar setiap Januari mulai tahun 2022.
Baca juga: Dalia Mogahed, Muslimah Berhijab Pertama di Gedung Putih dan Jubir Muslim Amerika
"Saya akan mengatakan pada awalnya itu mengejutkan," kata Ahmed Flex Omar, salah satu pendiri MALA. "Tapi kemudian setelah itu Anda mulai memproses apa artinya ini sebenarnya, bukan hanya bagi kami, tetapi untuk generasi yang akan datang."
MALA dimulai pada 2015 di Chicago untuk merayakan warisan Muslim Amerika.
"Kami pikir penting untuk mendidik sesama Amerika tentang kontribusi Muslim Amerika," kata Omar, yang datang ke AS sebagai pengungsi dari Somaliland ketika dia berusia 19 tahun.
Undang-undang negara bagian baru mulai berlaku tahun ini yang mewajibkan sekolah untuk mengajarkan kontribusi orang Amerika dari kelompok agama yang berbeda, termasuk Muslim. Sebelumnya negara memperingati Hari Muhammad Ali untuk pertama kalinya.
Gubernur Illinois Jay Robert Pritzker mengeluarkan izin perayaan Bulan Warisan Muslim Amerika di Illinois pada Desember tahun lalu. Perayaan tersebut digelar setiap Januari mulai tahun 2022.
Baca juga: Dalia Mogahed, Muslimah Berhijab Pertama di Gedung Putih dan Jubir Muslim Amerika
"Saya akan mengatakan pada awalnya itu mengejutkan," kata Ahmed Flex Omar, salah satu pendiri MALA. "Tapi kemudian setelah itu Anda mulai memproses apa artinya ini sebenarnya, bukan hanya bagi kami, tetapi untuk generasi yang akan datang."
MALA dimulai pada 2015 di Chicago untuk merayakan warisan Muslim Amerika.
"Kami pikir penting untuk mendidik sesama Amerika tentang kontribusi Muslim Amerika," kata Omar, yang datang ke AS sebagai pengungsi dari Somaliland ketika dia berusia 19 tahun.
Undang-undang negara bagian baru mulai berlaku tahun ini yang mewajibkan sekolah untuk mengajarkan kontribusi orang Amerika dari kelompok agama yang berbeda, termasuk Muslim. Sebelumnya negara memperingati Hari Muhammad Ali untuk pertama kalinya.