Indonesia Fokus Tiga Isu Utama
Forum B20 Jembatani Konsep dan Ide Jadi Aksi Nyata
Mahmuda attar hussein
Jum'at, 28 Januari 2022 - 13:38 WIB
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto. Foto: Humas Kemenko Perekonomian
Dalam perhelatan Presidensi G20 - 2022, Indonesia berfokus pada tiga isu utama, yakni memperkuat arsitektur kesehatan global, transformasi ekonomi berbasis digital, dan transisi energi.
Untuk itu, pemerintah dan stakeholders terkait terus berupaya menciptakan ide baru, guna mengakselerasi pemulihan global yang diwujudkan melalui berbagai aksi nyata bagi kehidupan masyarakat lintas batas dan negara.
Salah satu upaya pemerintah adalah dengan menjadikan Forum B20 menjadi jembatan antara konsep dan ide dengan aksi nyata.
Baca juga: Pertemuan Kelompok Kerja Infrastruktur G20 Pertama Dorong Pemulihan Ekonomi Dunia
B20 sendiri merupakan forum dialog global yang di dalamnya terdiri dari para pebisnis dunia, khususnya dari negara G20. Dalam kegiatan ini, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia ditunjuk sebagai penanggung jawab Presidensi B20.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, perekonomian global saat ini menghadapi ketidakpastian dan tantangan pemulihan yang tidak merata.
Hal itu turut berdampak pada perekonomian negara berkembang dan maju, baik bagi negara anggota maupun bukan anggota G20.
Untuk itu, pemerintah dan stakeholders terkait terus berupaya menciptakan ide baru, guna mengakselerasi pemulihan global yang diwujudkan melalui berbagai aksi nyata bagi kehidupan masyarakat lintas batas dan negara.
Salah satu upaya pemerintah adalah dengan menjadikan Forum B20 menjadi jembatan antara konsep dan ide dengan aksi nyata.
Baca juga: Pertemuan Kelompok Kerja Infrastruktur G20 Pertama Dorong Pemulihan Ekonomi Dunia
B20 sendiri merupakan forum dialog global yang di dalamnya terdiri dari para pebisnis dunia, khususnya dari negara G20. Dalam kegiatan ini, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia ditunjuk sebagai penanggung jawab Presidensi B20.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, perekonomian global saat ini menghadapi ketidakpastian dan tantangan pemulihan yang tidak merata.
Hal itu turut berdampak pada perekonomian negara berkembang dan maju, baik bagi negara anggota maupun bukan anggota G20.