Ilmuwan Turki Kembangkan Pengobatan Baru Lawan Semua Varian Covid-19
Garry Talentedo Kesawa
Jum'at, 28 Januari 2022 - 19:05 WIB
Ilustrasi varian Omicron. (Foto: Langit7.id/iStock)
Seorang ilmuwan asal Turki, Dr. Derya Unutmaz tengah mengembangkan pengobatan baru untuk melawan semua varian virus Covid-19. Ia mengadopsi metode yang digunakan dalam pengobatan kanker untuk sel yang terinfeksi oleh Covid-19.
Dr. Derya adalah seorang peneliti utama di Jackson Laboratory yang berbasis di Connecticut, Amerika Serikat. Ia bersama timnya melakukan riset atas pertanyaan bagaimana mengembangkan sistem kekebalan yang efektif melawan semua varian Covid-19.
Baca juga:Waspada, Batuk dan Tenggorokan Gatal Bisa jadi Gejala Omicron
Unutmaz bersama timnya menggunakan teknologi biologi sintetisuntuk meningkatkan pengobatan. Ia mengklaim pengobatan baru itu terbukti efektif melawan semua varian Covid-19.
"Kami mendapatkan hasil yang sukses dalam pekerjaan laboratorium di sel pemrogaman, yang merupakan bagian biologi sintetis. Langkah selanjutnya adalah mengujinya pada hewan," kata Unutmaz, Jumat (28/1).
Peneliti Turki itu mencatat bahwa mereka mengadopsi metode yang digunakan dalam pengobatan kanker untuk sel yang terinfeksi oleh virus Covid-19. Menurut Unutmaz, varian Covid-19 dapat lolos dari antibodi yang dikembangkan oleh tubuh. Oleh karena itu, orang yang divaksinasi dapat tertular virus varian omicron.
Baca juga:Pasien Omicron dengan Gejala Ringan Diimbau Isolasi Mandiri
Dr. Derya adalah seorang peneliti utama di Jackson Laboratory yang berbasis di Connecticut, Amerika Serikat. Ia bersama timnya melakukan riset atas pertanyaan bagaimana mengembangkan sistem kekebalan yang efektif melawan semua varian Covid-19.
Baca juga:Waspada, Batuk dan Tenggorokan Gatal Bisa jadi Gejala Omicron
Unutmaz bersama timnya menggunakan teknologi biologi sintetisuntuk meningkatkan pengobatan. Ia mengklaim pengobatan baru itu terbukti efektif melawan semua varian Covid-19.
"Kami mendapatkan hasil yang sukses dalam pekerjaan laboratorium di sel pemrogaman, yang merupakan bagian biologi sintetis. Langkah selanjutnya adalah mengujinya pada hewan," kata Unutmaz, Jumat (28/1).
Peneliti Turki itu mencatat bahwa mereka mengadopsi metode yang digunakan dalam pengobatan kanker untuk sel yang terinfeksi oleh virus Covid-19. Menurut Unutmaz, varian Covid-19 dapat lolos dari antibodi yang dikembangkan oleh tubuh. Oleh karena itu, orang yang divaksinasi dapat tertular virus varian omicron.
Baca juga:Pasien Omicron dengan Gejala Ringan Diimbau Isolasi Mandiri