LPEI dan BSI Dorong Produk Halal Nasional ke Kancah Global
Mahmuda attar hussein
Senin, 31 Januari 2022 - 07:30 WIB
Ilustrasi produk halal. Foto: Langit7
Konsumi umat muslim dunia yang cukup besar, membuat Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) tertarik dalam pengembangan bisnis syariah.
Berdasarkan data The State of Global Islamic Economy Report 2020/2021, konsumsi umat muslim dunia mencapai USD2,02 triliun untuk kebutuhan di bidang makanan, farmasi, kosmetik, fashion, pariwisata, dan sektor syariah lainnya. Untuk itu, LPEI berkonsolidasi dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) menangkap peluang tersebut.
“Kami membuka berbagai kemungkinan kerja sama dengan BSI, mulai dari aspek keuangan seperti pembiayaan sindikasi, club deal, atau penjaminan dan asuransi, khususnya di sektor produk halal maupun dari sisi pendanaan," kata Direktur Eksekutif LPEI Rijani Tirtoso dalam keterangannya, Senin (31/1).
Baca juga: Upaya BSI Lahirkan Wirausaha Muda dan Perkuat Peran UMKM
Sementara dari aspek nonfinansial, lanjut dia, pihaknya menjajaki program Jasa Konsultasi LPEI kepada UKM, seperti Coaching Program for New Exporter (CPNE), Marketing Handholding, Desa Devisa, dan Rumah Ekspor.
Ditambah lagi dengan potensi kerja sama lainnya seperti Cash Management System, Trade Credit Insurance, dan Penjaminan Kredit berbasis syariah.
"Pengembangan SDM terkait bisnis syariah melalui program secondment, menjadi hal yang akan diakselerasi untuk semakin memperkuat lini bisnis syariah LPEI," tambahnya.
Berdasarkan data The State of Global Islamic Economy Report 2020/2021, konsumsi umat muslim dunia mencapai USD2,02 triliun untuk kebutuhan di bidang makanan, farmasi, kosmetik, fashion, pariwisata, dan sektor syariah lainnya. Untuk itu, LPEI berkonsolidasi dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) menangkap peluang tersebut.
“Kami membuka berbagai kemungkinan kerja sama dengan BSI, mulai dari aspek keuangan seperti pembiayaan sindikasi, club deal, atau penjaminan dan asuransi, khususnya di sektor produk halal maupun dari sisi pendanaan," kata Direktur Eksekutif LPEI Rijani Tirtoso dalam keterangannya, Senin (31/1).
Baca juga: Upaya BSI Lahirkan Wirausaha Muda dan Perkuat Peran UMKM
Sementara dari aspek nonfinansial, lanjut dia, pihaknya menjajaki program Jasa Konsultasi LPEI kepada UKM, seperti Coaching Program for New Exporter (CPNE), Marketing Handholding, Desa Devisa, dan Rumah Ekspor.
Ditambah lagi dengan potensi kerja sama lainnya seperti Cash Management System, Trade Credit Insurance, dan Penjaminan Kredit berbasis syariah.
"Pengembangan SDM terkait bisnis syariah melalui program secondment, menjadi hal yang akan diakselerasi untuk semakin memperkuat lini bisnis syariah LPEI," tambahnya.