Langit7, Jakarta - Konsumi umat muslim dunia yang cukup besar, membuat Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) tertarik dalam pengembangan bisnis syariah.
Berdasarkan data
The State of Global Islamic Economy Report 2020/2021, konsumsi umat muslim dunia mencapai USD2,02 triliun untuk kebutuhan di bidang makanan, farmasi, kosmetik, fashion, pariwisata, dan sektor syariah lainnya. Untuk itu, LPEI berkonsolidasi dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) menangkap peluang tersebut.
“Kami membuka berbagai kemungkinan kerja sama dengan BSI, mulai dari aspek keuangan seperti pembiayaan sindikasi,
club deal, atau penjaminan dan asuransi, khususnya di sektor produk halal maupun dari sisi pendanaan," kata Direktur Eksekutif LPEI Rijani Tirtoso dalam keterangannya, Senin (31/1).
Baca juga: Upaya BSI Lahirkan Wirausaha Muda dan Perkuat Peran UMKMSementara dari aspek nonfinansial, lanjut dia, pihaknya menjajaki program Jasa Konsultasi LPEI kepada UKM, seperti
Coaching Program for New Exporter (CPNE),
Marketing Handholding, Desa Devisa, dan Rumah Ekspor.
Ditambah lagi dengan potensi kerja sama lainnya seperti
Cash Management System, Trade Credit Insurance, dan Penjaminan Kredit berbasis syariah.
"Pengembangan SDM terkait bisnis syariah melalui program secondment, menjadi hal yang akan diakselerasi untuk semakin memperkuat lini bisnis syariah LPEI," tambahnya.
Baca juga: BSI Tingkatkan Literasi Keuangan dan Perbankan Syariah Lewat KampusSenada dengan Rijani, Direktur Utama BSI Hery Gunadi juga mendukung inisiatif kolaborasi dengan LPEI. Dia berharap, kerja sama itu dapat mendorong kebutuhan pengembangan industri syariah di Tanah Air.
"Kerja sama antara Kementerian Keuangan melalui
Special Mission Vehicle LPEI dan BSI, diharapkan mampu mengembangkan industri syariah melalui peningkatan ekspor nasional. Sehingga mampu menjadi lokal yang mendunia," tambahnya.
(zul)