Klub Minta Kompetisi Liga 1 Tetap Lanjut dengen Prokes Diperketat
Arif purniawan
Kamis, 03 Februari 2022 - 07:35 WIB
Sejumlah klub minta kompetisi tetap dilanjutkan meski gelombang covid-19 menerjang pemain (foto: psis)
Memasuki pekan ke-22 BRI Liga 1 2021/2022 banyak pemain yang mulai terpapar Covid-19. Para pemain tertular tanpa menunjukkan gejala. Klub Madura United, 19 pemainnya harus menjalani karantina hingga memaksa pertandingan kontra Persipura pada Selasa (1/2) ditunda.
Pada Rabu (2/2) manajemen PSIS Semarang juga mengonfirmasi 3 pemainnya positif Covid-19, tanpa disertai gejala influenza dan batuk terlebih dulu.
Terbaru, Persita Tangerang mengonfirmasi lima peman dan 1 ofisialnya positif covid-19 sehingga tidak bisa tampil menghadapi Borneo FC di pekan ke-22. Gelombang Covid-19 di BRI Liga 1 pertama kali muncul menimpa 9 pemain Persib Bandung.
Baca juga:WHO Ingatkan Peningkatan Kematian Akibat Omicron Terus Bertambah
Pelatih PSIS Dragan Djukanovic berharap PSSI tidak menghentikan kompetisi karena ini merupakan kejadian yang normal.
Bukan hanya di Indonesia, tapi juga di negara Eropa. Bahkan di Eropa sudah bisa disaksikan oleh penonton di lapangan.
“Tetap lanjut, karena liga masih menyisakan dua bulan lagi. Ini cukup normal, karena tidak hanya di Indonesia, tapi di dunia manapun. Kita harus tetap waspada dan taat aturan protokol kesehatan,” kata Dragan, Rabu (2/2).
Pada Rabu (2/2) manajemen PSIS Semarang juga mengonfirmasi 3 pemainnya positif Covid-19, tanpa disertai gejala influenza dan batuk terlebih dulu.
Terbaru, Persita Tangerang mengonfirmasi lima peman dan 1 ofisialnya positif covid-19 sehingga tidak bisa tampil menghadapi Borneo FC di pekan ke-22. Gelombang Covid-19 di BRI Liga 1 pertama kali muncul menimpa 9 pemain Persib Bandung.
Baca juga:WHO Ingatkan Peningkatan Kematian Akibat Omicron Terus Bertambah
Pelatih PSIS Dragan Djukanovic berharap PSSI tidak menghentikan kompetisi karena ini merupakan kejadian yang normal.
Bukan hanya di Indonesia, tapi juga di negara Eropa. Bahkan di Eropa sudah bisa disaksikan oleh penonton di lapangan.
“Tetap lanjut, karena liga masih menyisakan dua bulan lagi. Ini cukup normal, karena tidak hanya di Indonesia, tapi di dunia manapun. Kita harus tetap waspada dan taat aturan protokol kesehatan,” kata Dragan, Rabu (2/2).