LANGIT7.ID, Jakarta - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali mengingatkan tentang peningkatan kematian akibat Covid-19 yang melanda seluruh dunia, khususnya pasca merebaknya varian Omicron. Pencegahan penularan virus masih menjadi hal terpenting yang harus dilakukan.
Hal tersebut disampaikan Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus saat berbicara di webinar. Dalam kesempatan itu, Tedros mengatakan ada peningkatan kematian yang sangat mengkhawatirkan akibat Covid-19 masih menjadi perhatian internasional. Terleih tingkat alarm tertinggi di bawah hukum internasional diumumkan atas penyebaran Covid-19.
Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, BOR DKI Jakarta Capai 52 Persen"Pada saat itu, ada kurang dari 100 kasus dan tidak ada kematian yang dilaporkan di luar China. Dua tahun kemudian, lebih dari 370 juta kasus telah dilaporkan dan lebih dari 5,6 juta kematian kami tahu jumlah ini terlalu rendah," kata Tedros dikutip Rabu (2/2)
Tedros menjelaskan bahwa hampir 90 juta kasus telah dilaporkan ke WHO. Catatan itu lebih banyak dari yang dilaporkan sepanjang tahun 2020 sejak Omicron pertama kali diidentifikasi hanya 10 minggu yang lalu.
Lebih dari 22 juta kasus dilaporkan ke WHO dalam tujuh hari terakhir, terutama didorong oleh Omicron. "Kami sekarang mulai melihat peningkatan kematian yang sangat mengkhawatirkan di sebagian besar wilayah di dunia," ucap Tedros.
Baca juga: Satgas Covid-19: Kasus Positif Meningkat 40 Kali dalam SepekanMasih perlu mencegah penularanTedros juga mengaku khawatir tentang narasi yang muncul di beberapa negara bahwa karena vaksin dan transmisibilitas Omicron yang tinggi serta tingkat keparahan lebih rendah, mencegah penularan tidak lagi diperlukan. "Tidak ada yang lebih jauh dari kebenaran, karena lebih banyak penularan berarti lebih banyak kematian," ujarnya.
WHO tidak menyerukan negara mana pun untuk melakukan lockdown. Namun, WHO mendesak semua negara untuk menawarkan perlindungan menggunakan setiap alat dan bukan sekedar vaksin saja.
"Terlalu dini bagi negara mana pun untuk menyerah atau menyatakan kemenangan. Virus ini berbahaya dan terus berkembang di depan mata kita. WHO saat ini melacak empat sub-garis keturunan dari varian omicron yang menjadi perhatian, termasuk BA.2," ungkapnya.
Baca juga: Menkes Prediksi Gelombang Omicron Lebih Besar dari Varian DeltaTedros mengatakan bahwa WHO ingin negara-negara terus melakukan tes Covid-19. Selain itu diperlukan juga adanya pengawasan dan pengurutan karena virus ini akan terus berkembang.
"Kita tidak dapat melawan virus ini jika kita tidak tahu apa yang dilakukannya. Dunia harus terus bekerja untuk memastikan semua orang memiliki akses ke vaksin. Vaksin mungkin juga perlu berkembang karena varian virus dapat terus lolos dari antibodi penetral yang diinduksi oleh vaksin terhadap varian sebelumnya," imbuhnya. (Sumber: Anadolu Agency)
Baca juga: Kasus Covid-19 di Indonesia Paling Terkendali dari 5 Negara Asia(asf)