LANGIT7.ID, Jakarta - Kasus Covid-19 di Indonesia terus mengalami tren peningkatan cukup tajam seiring melonjaknya kasus Omicron. Hingga saat ini, kasus positif meningkat perlahan dan mencapai angka 56.000 dalam sepekan.
Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito. Wiku mengatakan melonjaknya kasus Covid-19 juga berdampak pada kenaikan bed occupancy rate (BOR) di mana DKI Jakarta menjadi penyumbang tertinggi.
Baca juga: Satgas Covid-19: Kasus Positif Meningkat 40 Kali dalam Sepekan"Rata-rata BOR Nasional 13,9 persen per 30 Januari 2022. DKI Jakarta penyumbang tertinggi dengan 52 persen, disusul Banten 22 persen dan Jawa Barat 16 persen. Kabar baiknya, sebanyak 30 provinsi di Indonesia masih dapat mempertahankan BOR di bawah 10 persen," ujar Wiku dalam konferensi pers Perkembangan Penanganan Covid-19 di Indonesia secara virtual, Rabu (2/2/2022).
Atas hal tersebut, lanjut Wiku, pemerintah mengantisipasi lonjakan pasien positif yang membutuhkan perawatan di Rumah Sakit dengan meningkatkan jumlah tempat tidur. Saat ini, sebanyak 10.996 tempat tidur disiagakan di ruang isolasi dan ICU. "Angka ini dapat dimaksimalkan hingga 40 kali dan kebutuhannya bertambah di kemudian hari. Fokus kita dalam hal ini ialah dua hal, yaitu mencegah agar tidak tertular dan menangani pasien positif sebaik mungkin untuk segera sembuh," ujarnya.
Wiku menilai kasus positif saat ini dibandingkan tren peningkatan yang sama pada gelombang pertama, maka dapat diartikan sebagian besar kasus memiliki peluang besar untuk sembuh. Bahkan, pada pasien positif Omicron 90 persen mengalami gejala ringan maupun tanpa gejala. Pemerintah puun berkomitmen untuk terus mengupayakan peningkatan kesembuhan bagi pasien covid-19.
Baca juga: Menkes Prediksi Gelombang Omicron Lebih Besar dari Varian DeltaTerkait ketersediaan tempat isolasi atau karantina akibat transmisi lokal maupun Pelaku perjalanan luar negeri (PPLN), pemerintah menyiapkan 7.894 tempat di Wisma Atlet Jakarta bagi pasien bergejala ringan dan sedang. Sementara bagi PPLN tanpa gejala, disediakan sebanyak 5.796 tempat tidur di Wisma Atlet Pademangan serta 1.566 tempat tidur di Rusun Penggilingan untuk PPLN tanpa gejala.
Selain itu, pemerintah menyediakan 444 tempat tidur di enam RS rujukan untuk PPLN gejala berat. Sedangkan 663 tempat tidur di enam hotel dan tempat isolasi terpusat bagi PPLN tanpa gejala hingga gejala ringan.
"Lebih dari 76.000 tempat isolasi terpusat di seluruh wilayah indonesia. Untuk pasien Covid-19 yang sedang menjalani isoman, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyediakan layanan telekonsultasi dan obat-obatan gratis yang dapat diakses melalui isoman.kemkes.go.id," jelas Wiku.
Baca juga: Kasus Covid-19 di Indonesia Paling Terkendali dari 5 Negara Asia(asf)