LANGIT7.ID, Denpasar - Memasuki pekan ke-22 BRI Liga 1 2021/2022 banyak pemain yang mulai terpapar Covid-19. Para pemain tertular tanpa menunjukkan gejala. Klub Madura United, 19 pemainnya harus menjalani karantina hingga memaksa pertandingan kontra Persipura pada Selasa (1/2) ditunda.
Pada Rabu (2/2) manajemen PSIS Semarang juga mengonfirmasi 3 pemainnya positif Covid-19, tanpa disertai gejala influenza dan batuk terlebih dulu.
Terbaru, Persita Tangerang mengonfirmasi lima peman dan 1 ofisialnya positif covid-19 sehingga tidak bisa tampil menghadapi Borneo FC di pekan ke-22. Gelombang Covid-19 di BRI Liga 1 pertama kali muncul menimpa 9 pemain Persib Bandung.
Baca juga:
WHO Ingatkan Peningkatan Kematian Akibat Omicron Terus BertambahPelatih PSIS Dragan Djukanovic berharap PSSI tidak menghentikan kompetisi karena ini merupakan kejadian yang normal.
Bukan hanya di Indonesia, tapi juga di negara Eropa. Bahkan di Eropa sudah bisa disaksikan oleh penonton di lapangan.
“Tetap lanjut, karena liga masih menyisakan dua bulan lagi. Ini cukup normal, karena tidak hanya di Indonesia, tapi di dunia manapun. Kita harus tetap waspada dan taat aturan protokol kesehatan,” kata Dragan, Rabu (2/2).
Menurut Dragan, pemilihan Bali sebagai venue untuk putaran ketiga ini kurang tepat. Karena banyak dimanfaatkan oleh pemain untuk berlibur.
Baca juga:
Jelang Laga Kontra Persebaya, 3 Pemain PSIS Positif Covid-19“Mohon maaf jika pemikiran saya salah. Ini kesalahan kita bermain di Bali. Lebih baik kompetisi ini bagus digelar di Jakarta atau Yogyakarta,” ujarnya.
Pelatih Aji Santoso juga menilai sangat riskan jika kompetisi harus dihentikan di tengah jalan, karena pertandingan sudah berjalan 50% lebih dari yang sebelumnya telah dijadwalkan, yakni ada 34 pertandingan. Namun demikian, persoalan ini tidak bisa dianggap remeh.
“Saya yakin PSSI dan PT LIB bisa memberikan keputusan yang terbaik,” ujarnya.
(sof)