LANGIT7.ID–Jakarta; Jakarta menjadi penutup rangkaian MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Seri 1 2025–2026 dan langsung mencatat sejarah sebagai kota dengan peserta terbanyak, yaitu mencapai 2.708 siswi. Jumlah tersebut jauh melampaui penyelenggaraan tahun 2024 yang hanya menghadirkan 368 peserta, menjadikan Jakarta sebagai pusat persaingan paling ketat dibandingkan sembilan kota lainnya.
Puncak kompetisi menyajikan drama tidak biasa di dua kelompok usia. Pada Kategori Usia 10, SDN Cipinang Muara 19 Pagi tampil sebagai juara setelah melalui dua laga beruntun yang harus ditentukan lewat adu tendangan penalti. Perjuangan serupa terjadi di Kategori Usia 12, saat SDN Kunciran 4 akhirnya mengangkat trofi pertamanya usai menaklukkan Sekolah Anak Indonesia dalam pertandingan yang penuh jual beli serangan.
Di KU 10, SDN Cipinang Muara 19 Pagi mengunci tiket final dengan menyingkirkan SDN Pinang 3 melalui kemenangan 2-0 dalam adu penalti setelah bermain imbang 2-2 di waktu normal. Pengalaman tersebut menjadi modal besar saat mereka menghadapi SDN Cipayung 02 di partai puncak. Sejak kick-off, tekanan demi tekanan dilepaskan Keyla Febriansyah dan rekan-rekan, tetapi rapatnya lini bertahan Cipayung membuat laga berjalan ketat hingga berakhir 0-0 di waktu normal.
Adu penalti kembali menjadi penentu. Keyla Febriansyah, Najwa Arvina Syarif, dan Arletha Marsya Ramadhania tampil tenang dalam situasi krusial dan sukses mengeksekusi penalti. SDN Cipinang Muara 19 Pagi akhirnya meraih gelar juara lewat skor 3-2 dan dinobatkan sebagai tim spesialis adu penalti di MLSC Jakarta Seri 1 2025–2026.
“Bersyukur karena tadi di final saya dan teman-teman bisa bermain bagus walaupun lawan sulit dikalahkan. Senang banget akhirnya bisa menjadi juara dan semoga sekolah kami bisa mempertahankan di seri kedua nanti,” ucap Keyla Febriansyah, yang juga terpilih sebagai Best Player KU 10, Minggu (23/11/2025).
Drama pertandingan juga terjadi di KU 12. SDN Kunciran 4 yang datang dari MLSC Tangerang langsung unggul 2-0 hanya dalam lima menit melalui dua gol cepat Syakila Nurajizah. Sekolah Anak Indonesia merespons dengan cepat lewat gol Abepira Bagau dan Uni Bagau sehingga babak pertama berakhir 2-2. Kedua tim sama-sama mencetak satu gol tambahan di paruh kedua, membuat skor imbang 3-3 dan memaksa pertandingan berlanjut ke adu penalti.
Penjaga gawang Shofie Salsabila menjadi penentu kemenangan setelah menepis tendangan Kimelia Somau, pemain ketiga Sekolah Anak Indonesia. SDN Kunciran 4 akhirnya menang 3-2 dan meraih gelar juara KU 12 untuk pertama kalinya setelah berkali-kali hanya menjadi finalis pada musim-musim sebelumnya.
“Senang banget bisa jadi juara. Dari dulu sering sampai final tapi belum pernah juara satu, jadi kemenangan ini benar-benar berarti. Pertandingan final tadi susah banget, bales-balesan gol terus, tapi Alhamdulillah akhirnya bisa menang. Kemenangan ini aku persembahkan buat orangtua dan sekolah juga. Ke depan aku ingin terus meningkatkan permainan sendiri, semoga aku juga bisa bermain di MilkLife Soccer Challenge All-Star 2025–2026,” ujar Zilda Afna Syaqila, top scorer KU 12 dengan 30 gol.
Rangkaian pertandingan di Jakarta pun menghasilkan daftar juara yang menunjukkan semakin meratanya kekuatan tim-tim putri dari berbagai wilayah. Pada KU 10, SDN Cipinang Muara 19 Pagi berhasil mengangkat trofi, disusul SDN Cipayung 02 sebagai runner-up. Di KU 12, SDN Kunciran 4 meraih gelar juara, sementara Sekolah Anak Indonesia menempati posisi kedua. Pemain-pemain terbaik dari masing-masing kategori juga mencuri perhatian melalui kontribusi signifikan di setiap laga.
Berakhirnya MLSC Jakarta Seri 1 2025–2026 menjadi penanda kuat meningkatnya kualitas kompetisi usia dini di ibu kota. Dengan peserta terbanyak, pertandingan ketat, serta lahirnya banyak talenta baru, Jakarta kembali mengukuhkan diri sebagai salah satu pusat perkembangan sepak bola putri paling aktif di Indonesia.
(lam)