Digitalisasi Bantu UMKM Pertahankan Usaha di Tengah Guncangan Ekonomi
Mahmuda attar hussein
Kamis, 03 Februari 2022 - 13:30 WIB
Ilustrasi digitalisasi UMKM. Foto: BI
Digitalisasi melahirkan berbagai peluang baru, sekaligus meningkatkan inklusi keuangan bagi UMKM.
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Doni P. Joewono menyebutkan, tersedianya akses dan layanan keuangan yang mudah dijangkau UMKM, dapat meningkatkan produktivitas dan ketahanan UMKM terhadap guncangan ekonomi.
"Terlebih, inklusi keuangan digital juga menjadi salah satu agenda prioritas Presidensi G20 Indonesia tahun ini," ujarnya dalam International Seminar on Digital Financial Inclusion, Rabu (2/2).
Baca juga: Kemendag Blokir 1.222 Situs Web Perdagangan Berjangka Komoditi Ilegal
Dengan memanfaatkan digitalisasi, lanjut dia, inklusi keuangan dapat didorong untuk meningkatkan produktivitas dan inklusivitas ekonomi yang berkesinambungan, khususnya pada kelompok UMKM, termasuk perempuan dan kaum muda.
Dilansir bi.go.id, terdapat berbagai faktor penting untuk mendukung UMKM agar dapat mempertahankan pendapatan dan bisnisnya di tengah pandemi Covid-19. Di antaranya seperti kemajuan teknologi, digitalisasi produk dan layanan keuangan, serta aktivitas bisnis online.
"UMKM di Indonesia mampu beradaptasi dengan cepat dan beralih ke bisnis berbasis digital. Survei Bank Indonesia pada tahun lalu juga mengungkapkan, 20 persen UMKM Indonesia mampu memitigasi dampak pandemi dengan melakukan digitalisasi bisnis/usaha serta memanfaatkan media pemasaran online," jelasnya.
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Doni P. Joewono menyebutkan, tersedianya akses dan layanan keuangan yang mudah dijangkau UMKM, dapat meningkatkan produktivitas dan ketahanan UMKM terhadap guncangan ekonomi.
"Terlebih, inklusi keuangan digital juga menjadi salah satu agenda prioritas Presidensi G20 Indonesia tahun ini," ujarnya dalam International Seminar on Digital Financial Inclusion, Rabu (2/2).
Baca juga: Kemendag Blokir 1.222 Situs Web Perdagangan Berjangka Komoditi Ilegal
Dengan memanfaatkan digitalisasi, lanjut dia, inklusi keuangan dapat didorong untuk meningkatkan produktivitas dan inklusivitas ekonomi yang berkesinambungan, khususnya pada kelompok UMKM, termasuk perempuan dan kaum muda.
Dilansir bi.go.id, terdapat berbagai faktor penting untuk mendukung UMKM agar dapat mempertahankan pendapatan dan bisnisnya di tengah pandemi Covid-19. Di antaranya seperti kemajuan teknologi, digitalisasi produk dan layanan keuangan, serta aktivitas bisnis online.
"UMKM di Indonesia mampu beradaptasi dengan cepat dan beralih ke bisnis berbasis digital. Survei Bank Indonesia pada tahun lalu juga mengungkapkan, 20 persen UMKM Indonesia mampu memitigasi dampak pandemi dengan melakukan digitalisasi bisnis/usaha serta memanfaatkan media pemasaran online," jelasnya.