Langit7, Jakarta - Digitalisasi melahirkan berbagai peluang baru, sekaligus meningkatkan inklusi keuangan bagi UMKM.
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Doni P. Joewono menyebutkan, tersedianya akses dan layanan keuangan yang mudah dijangkau UMKM, dapat meningkatkan produktivitas dan ketahanan UMKM terhadap guncangan ekonomi.
"Terlebih, inklusi keuangan digital juga menjadi salah satu agenda prioritas Presidensi G20 Indonesia tahun ini," ujarnya dalam International Seminar on Digital Financial Inclusion, Rabu (2/2).
Baca juga: Kemendag Blokir 1.222 Situs Web Perdagangan Berjangka Komoditi IlegalDengan memanfaatkan digitalisasi, lanjut dia, inklusi keuangan dapat didorong untuk meningkatkan produktivitas dan inklusivitas ekonomi yang berkesinambungan, khususnya pada kelompok UMKM, termasuk perempuan dan kaum muda.
Dilansir bi.go.id, terdapat berbagai faktor penting untuk mendukung UMKM agar dapat mempertahankan pendapatan dan bisnisnya di tengah pandemi Covid-19. Di antaranya seperti kemajuan teknologi, digitalisasi produk dan layanan keuangan, serta aktivitas bisnis online.
"UMKM di Indonesia mampu beradaptasi dengan cepat dan beralih ke bisnis berbasis digital. Survei Bank Indonesia pada tahun lalu juga mengungkapkan, 20 persen UMKM Indonesia mampu memitigasi dampak pandemi dengan melakukan digitalisasi bisnis/usaha serta memanfaatkan media pemasaran online," jelasnya.
Baca juga: Kontribusi Signifikan di Tengah Pandemi, KSSK Perkuat Eskpor NasionalSelain itu, adopsi transaksi nontunai seperti kartu debit dan uang elektronik juga mengalami peningkatan pesat. Hal itu tampak dari nominal transaksi QRIS pada Desember 2021 yang mencapai Rp27,7 triliun atau meningkat 237 persen per tahun.
(zul)