Eksotisme Wisata Tebing Watu Mabur, Suguhkan Hamparan Hutan dan Pegunungan
Hasanah syakim
Jum'at, 04 Februari 2022 - 21:00 WIB
Wisata Tebing Watu Mabur menawarkan spot foto yang sangat indah layaknya negeri di atas awan. (foto: instagram/ @nisafahrullatifah)
Jauh dari hiruk pikuk perkotaan, Wisata Tebing Watu Mabur merupakan salah satu tempat wisata populer yang dikenal sebagai tempat wisata bumi perkemahan atau camping ground di Bantul. Tebing Watu Mabur hadir sebagai solusi bagi wisatawan yang akan merencanakan liburan dengan berkemah di tepi tebing.
Wisata ini berada di Mangunan, Dlingo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Wisata ini menyuguhkan hamparan sawah yang berupa terasering serta keindahan Sungai Oya yang meliuk-liuk dilengkapi dengan penampakan kabut yang terlihat jelas dari tepi tebing.
Daya tarik utama wisata ini adalah pemandangan matahari terbit berselimut kabut yang menjadi incaran wisatawan. Untuk itu perlu waktu yang tepat agar momen ini tak terlewat. Sahabat Langit7 bisa melakukan camping atau datang di waktu pagi sebelum matahari terbit.
Baca juga:Menikmati Keindahan Agrowisata Budidaya Salak di Desa Wisata Pulesari
Untuk bisa menikmati kabut tipis saat matahari terbit, paling tepat datang di musim penghujan. Biasanya kabut datang ketika hari sebelumnya Yogyakarta dilanda hujan. Namun jika kabut terlalu tebal, momen matahari terbit yang ditunggu-tunggu malah tidak terlihat karena terhalang kabut.
Berkemah di Watu Mabur Camp tak perlu membawa peralatan kemah. Pengelola menyediakan penyewaan alat kemah dengan harga terjangkau. Untuk tenda dome berkapasitas lima orang sudah termasuk tiket masuk dipatok seharga Rp50.000 saja.
Sahabat Langit7 juga bisa menyewa unit glamping yang tersedia dengan harga sangat terjangkau yaitu Rp350.000 per unit untuk kapasitas empat orang. Namun jika mempunyai peralatan kemah sendiri, Sahabat Langit7 hanya perlu membayar tiket masuk kemah saja seharga Rp15.000 per orang.
Wisata ini berada di Mangunan, Dlingo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Wisata ini menyuguhkan hamparan sawah yang berupa terasering serta keindahan Sungai Oya yang meliuk-liuk dilengkapi dengan penampakan kabut yang terlihat jelas dari tepi tebing.
Daya tarik utama wisata ini adalah pemandangan matahari terbit berselimut kabut yang menjadi incaran wisatawan. Untuk itu perlu waktu yang tepat agar momen ini tak terlewat. Sahabat Langit7 bisa melakukan camping atau datang di waktu pagi sebelum matahari terbit.
Baca juga:Menikmati Keindahan Agrowisata Budidaya Salak di Desa Wisata Pulesari
Untuk bisa menikmati kabut tipis saat matahari terbit, paling tepat datang di musim penghujan. Biasanya kabut datang ketika hari sebelumnya Yogyakarta dilanda hujan. Namun jika kabut terlalu tebal, momen matahari terbit yang ditunggu-tunggu malah tidak terlihat karena terhalang kabut.
Berkemah di Watu Mabur Camp tak perlu membawa peralatan kemah. Pengelola menyediakan penyewaan alat kemah dengan harga terjangkau. Untuk tenda dome berkapasitas lima orang sudah termasuk tiket masuk dipatok seharga Rp50.000 saja.
Sahabat Langit7 juga bisa menyewa unit glamping yang tersedia dengan harga sangat terjangkau yaitu Rp350.000 per unit untuk kapasitas empat orang. Namun jika mempunyai peralatan kemah sendiri, Sahabat Langit7 hanya perlu membayar tiket masuk kemah saja seharga Rp15.000 per orang.