LANGIT7.ID-, Yogyakarta - Para pecinta kerajinan gerabah maupun pernak-pernik tradisional untuk dekorasi ruangan wajib kunjungi
Kasongan, desa wisata di Kabupaten Bantul,
Yogyakarta. Sejauh mata memandang, Anda akan dimanjakan dengan beragam
kerajinan tangan yang begitu menarik perhatian.
Perlu diingat, apabila Anda mencari lokasi Kasongan melalui internet, bisa merujuk ke dua lokasi berbeda. Pertama, Kasongan adalah ibu kota Kabupaten Katingan di Kalimantan Tengah. Dan kedua, Kasongan di Yogyakarta yang merupakan pusat kerajinan gerabah berada.
![Menelusuri Desa Kasongan DIY, Sentra Kerajinan Gerabah dan Pernak-Pernik Dekorasi Harga Ramah di Kantong]()
(Desa Kasongan, Daerah Khusus Yogyakarta. Foto: lusimahgriefie)
Lokasi Kasongan yang ini tepatnya berada sekira 8 Km dari pusat kota
Yogyakarta, dan dapat ditempuh dalam waktu sekira 15-30 menit. Desa ini menjadi daya tarik wisata karena hasil kerajinan gerabah yang beragam dan unik. Tentunya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.
![Menelusuri Desa Kasongan DIY, Sentra Kerajinan Gerabah dan Pernak-Pernik Dekorasi Harga Ramah di Kantong]()
(Gerabah hasil pengrajin lokal di Kasongan, Yogayakarta. Sumber: linkumkm)
Baca juga: Mirip Makkah! Masjid Raya Cibinong Siap Jadi Magnet Wisata Religi Jawa BaratKearifan lokal yang diwujudkan melalui sebuah rupa, mulai dari gerabah yaitu benda-benda yang terbuat dari tanah liat yang dibentuk dan kemudian dibakar sampai mengeras, hingga pernak-pernik untuk dekorasi rumah yang terbuat bahan-bahan natural.
"Kebanyakan terbuat dari bambu, pelepah pisang, seagrass, hingga tanaman eceng gondok dan semua dibuatnya di Kulon Progo, para pengrajin kami ada di sana," ujar Linda, staff di salah satu toko kerajinan di Kasongan kepada
Langit7.
Ia menambahkan, kerajinan tangan di Kasongan kebanyakan dijual dengan harga terjangkau dan tetap mengutamakan nilai tradisional dalam setiap karyanya. Kerajinan selain gerabah antara lain peralatan makan, hiasan dinding, boks rotan, tas anyaman, dan furnitur.
![Menelusuri Desa Kasongan DIY, Sentra Kerajinan Gerabah dan Pernak-Pernik Dekorasi Harga Ramah di Kantong]()
(Kerajinan tangan dari enceng gondok, pelepah pisang, dan seagrass)
Baca juga: Pantai Indah Bak Surga di Indonesia Sepi Pengunjung, Sementara Negara Terlalu Fokus pada Pariwisata BaliDesa Kasongan terbuka untuk semua pengunjung tanpa dipungut biaya. Kebanyakan para penjual membuka toko maupun lapak mereka Senin-Minggu, mulai pukul 09.00 hingga 21.00. Meski ada juga yang buka lebih siang ataupun tutup lebih awal dari waktu tersebut.
Pengunjung hanya akan dikenakan biaya parkir sebesar Rp5.000 hingga Rp10.000. Disarankan parkir kendaraan Anda di satu tempat, lalu Anda berjalan kaki menelusuri sepanjang jalan desa tersebut rasanya lebih mudah karena bisa mampir di tiap toko yang terletak di kanan-kiri jalan, tanpa harus turun-naik kendaraan. Sebab jarak satu toko ke toko yang lain saling berdekatan.
Tidak hanya cuci mata dan berbelanja, tapi pengunjung bisa belajar membuat gerabah sendiri. Mengutip
dejogja.co.id, wisatawan cukup membayar Rp50.000 untuk gerabah yang dibuat dan juga dapat membawanya pulang.
![Menelusuri Desa Kasongan DIY, Sentra Kerajinan Gerabah dan Pernak-Pernik Dekorasi Harga Ramah di Kantong]()
(Kerajinan dari bahan kayu)
Sejarah Desa Kasongan Jadi Terkenal dengan Kerajinan GerabahnyaMenurut kepercayaan masyarakat, pada zaman dahulu di desa wisata ini, ada seekor kuda yang mati di sawah milik warga setempat. Kuda yang mati tersebut milik seorang panglima Belanda. Singkat cerita, pemilik sawah itu ketakutan akan hukuman dari pasukan Belanda karena kudanya mati di lahannya.
Karena kekhawatiran yang besar itu, pemilik lahan dan beberapa penduduk menyerahkan hak milik atas tanah mereka.
Lahan sawah Kasongan yang telah diserahkan hak miliknya itu akhirnya diambil alih oleh penduduk setempat dari dusun lain.
Penduduk baru itu menyelenggarakan kegiatan-kegiatan baru di desa itu. Pekerjaan baru itu meliputi pengolahan tanah liat untuk membuat peralatan dapur dan mainan bagi anak-anak mereka.
Setelah menemukan sifat permanen dari tanah liat, penduduk tersebut mulai membuat bentuk-bentuk baru yang lebih beragam berdasarkan kebutuhan mereka. Ada peralatan memasak, mainan, perkakas rumah tangga, dan masih banyak lagi.
Tembikar atau gerabah adalah istilah yang digunakan untuk menyebut kerajinan tanah liat yang mereka buat. Sejak saat itu, kerajinan gerabah diwariskan dari generasi ke generasi di desa ini. Melansir
dejogja.co.id(lsi)