home masjid

Mengapa Rajab Disebut Sebagai Bulan Haram? Ini Penjelasannya

Ahad, 06 Februari 2022 - 08:10 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7/iStock.
Rajab berasal dari lafafdz “At tarjib” yang berarti keagungan atau kemurnian. Rajab juga dapat diartikan sebagai Al Ashab atau curahan yang bermakna rahmat Allah tercurah untuk orang-orang yang bertaubat dan memperbanyak istighfar pada bulan Rajab.

Selain itu, Rajab juga dapat berarti Al Asham (tuli). Maksud dari kata ini ini adalah pada zaman Rasulullah bila datang bulan Rajab, maka tidak didengar lagi suara gemerincing perang. Itulah mengapa Rajab disebut juga sebagai bulan Haram.

Dilkutip Buku "Menuai Amal Sepanjang Masa", arti lain dari bulan Rajab ialah singkatan dari rahmat, dim, singkatan dari jurmul abdi wajinayatuhu (dosa dan pelanggaran seorang hamba. Sedangkan ba mengandung makna birullah yang artinya kebaikan Allah.

Baca Juga:KH Ma’ruf Khozin Beberkan Pandangan 4 Mazhab soal Puasa Rajab

Hal ini seakan-akan Allah menyatakan bahwa Ia menjadikan dosa para hamba-Nya di antara rahmat dan kebaikan-Nya. Begitu murahnya Allah dalam mengampuni kesalahan para hamba-hambaNya yang berbuat dosa selama mau bertaubat.

Rajab adalah salah satu nama sungai di surga yang airnya lebih putih daripada susu. Lebih manis dari madu, dan lebih dingin daripada es. Sungai tersebut diperuntukkan bagi orang yang berpusa di bulan Rajab. Mereka berhak mendapat keridhaan Allah.

Baca Juga: Mimbar Masjid: Podium Ceramah Hingga Simbol Otoritas Negara
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
kekasih allah hidayah allah bulan rajab
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya