LANGIT7.ID, Jakarta - Mimbar adalah tempat penceramah atau khatib menyampaikan khutbah. Mimbar dalam bentuknya yang paling sederhana berupa tempat duduk tinggi dengan tiga tangga. Seringkali dibangun dalam rupa kotak berkubah di bagian dan ditutup pintu kecil.
Pada awal penyebaran Islam, Nabi Muhammad menyampaikan khutbahnya dengan bersandar pada pilar batang pohon kurma di Masjid Nabawi. Hingga pada suatu ketika, seorang tukang kayu menawarkan membuatkan mimbar yang memiliki tempat duduk tinggi dari kayu tamariska dengan dua tangga di depannya.
Pascawafatnya Rasulullah, para khalifah menggunakan mimbar sebagai simbol otoritas negara. Khalifah pertama Dinasti Umayyah, Muawiyah bin Abi Sufyan memperbarui mimbar asli yang digunakan Rasulullah dengan meningkatkan jumlah tangga dari tiga menjadi enam, sehingga meningkatkan kedudukannya.
Baca Juga: Hukum Puasa Rajab, Bukan Sunnah tapi Boleh DilakukanSelama periode Umayyah mimbar digunakan oleh khalifah atau gubernur untuk menginformasikan pengumuman publik yang penting dan untuk menyampaikan khutbah Jumat. Pada tahun-tahun terakhir Kekhalifahan Umayyah, sebelum jatuh pada tahun 750, Umayyah memerintahkan mimbar dibangun untuk semua Masjid Jami’ di Mesir, dan segera setelah itu praktik ini diperluas ke wilayah Muslim lainnya.
Pada periode Abbasiyah awal, penggunaan mimbar telah menjadi standar bagi masjid Jami di semua komunitas Muslim. Mimbar dengan cepat berkembang menjadi simbol legitimasi politik dan agama bagi otoritas Muslim. Mimbar menjelma menjadi elemen utama masjid yang bersifat formal.
Lebih penting lagi, kekhalifahan juga mengatur khutbah Jumat yang diwajibkan menyebut nama khalifah Muslim dan termasuk pengumuman publik lainnya yang bersifat religius atau politik. Dengan demikian, tak jarang kekhalifahan menginvestasikan biaya yang cukup besar dalam merancang mimbar sebagai simbol kekuasaan mereka.
Baca Juga: Tipologi Ulama Menurut Al-GhazaliDilansir Britannica, selama abad pertama Islam, gubernur provinsi menggunakan mimbar untuk berpidato atau mendengar petisi, dalam kapasitas mereka sebagai penguasa.
Mimbar Islam tertua di dunia yang dilestarikan hingga hari ini adalah mimbar Masjid Agung Kairouan di Kairouan, Tunisia. Mimbar ini diperkirakan berasal dari sekitar tahun 860 atau 862 M, di bawah masa jabatan gubernur Aghlabid Abu Ibrahim Ahmad, dan diimpor secara keseluruhan atau sebagian dari Baghdad.
Baca Juga: 8 Film Kartun Islami Terbaik, Mencintai Agama Melalui Cerita SederhanaMimbar ini terdiri dari tangga sebelas langkah yang terbuat dari lebih dari 300 potongan kayu jati yang diukir dengan bahan yang diimpor dari India. Berkat usia dan kekayaan dekorasinya, itu dianggap sebagai bagian penting dari seni Islam bersejara.
Contoh-contoh terkenal lainnya dari mimbar abad pertengahan termasuk Mimbar Almoravid di Marrakesh, yang digunakan pada tahun 1137 oleh Ali bin Yusuf, dan Mimbar Masjid al-Aqsa (juga dikenal sebagai Mimbar of Saladin) di Yerusalem, yang digunakan pada tahun 1168-69 oleh Nur ad-Din.
Baca Juga: Risty Tagor Ajak Berhenti Ghibah Lewat Lagu Religi(zhd)