home sosok muslim

Di Jerman, Profesor Muslimah ini Kembangkan Relasi Baik Manusia-Teknologi

Sabtu, 05 Februari 2022 - 16:02 WIB
Zeyned Tuncer (foto: istimewa)
Prof. Zeyned Tuncer merupakan muslimah asal Jerman yang mengembangkan interaksi manusia-komputer. Sehari-hari, ia adalah professor dan kepala Ilmu Komputer di Wilhelm Büchner Hochschule - Mobile University of Technology di Darmstadt, Jerman.

Di kampus tersebut, Zeyned menempati kepakaran bidang informatika media dan interaksi manusia-komputer (HCI). Dia fokus meneliti transformasi teknologi masa depan dalam kolaborasi dengan industri.

Latar belakang pendidikan Zeyned memang tak jauh-jauh dari teknologi. Ia pernah mengambil Diploma dalam Technical Informatics Engineering dan MSc dalam 'Barrier-Free Systems-Intelligent Systems di Frankfurt University of Applied Sciences (FUAS).

Dia memiliki gelar Ph.D dari Universitas Hohenheim pada Usability of Agricultural Engineering dan telah mengajukan empat hak paten. Sekarang ia sebagai profesor di Wilhelm Büchner Hochschule yang bertanggung jawab atas program master di Media Informatika, Interaksi Manusia-Komputer dan juga untuk gelar sarjana Media Digital.

Selanjutnya, sebagai Ombudsperson, Zeyned memastikan Wilhelm Büchner Hochschule mematuhi aturan praktik ilmiah yang baik dalam penelitian. Dia juga mendapatkan pengalaman bekerja di beberapa perusahaan ternama seperti Bosch/Siemens/Home Appliances GmbH, Daimler AG, Ford-Werke GmbH dan John Deere GmbH & Co. KG.

"Singkatnya rasa ingin tahu saya untuk mengembangkan teknologi yang melayani umat manusia," kata Zeyned, dikutip akun Facebook Muslim Scientists Europe, Sabtu (5/2/2022).

Zeyned mengaku sangat menyenangi profesinya saat ini, terutama di bidang pengajaran dan penelitian. Di sisi lain, dia juga berurusan dengan banyak topik seperti interaksi manusia-komputer, ilmu media, kegunaan, pengalaman pengguna, kecerdasan buatan, virtual dan augmented reality, transformasi teknologi masa depan dengan fokus pada metode pembelajaran dan pengajaran.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
islam di mancanegara islam di eropa muslimah muslimah inspiratif artificial inteligent
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya