Hadapi Omicron, Gus Halim : Tetap Tenang, Terus Terapkan Protokol Kesehatan dan Vaksinasi
Mahmuda attar hussein
Ahad, 06 Februari 2022 - 15:05 WIB
Mendes PDTT, Abdul Halim Iskandar. Foto: Kemendes
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar meminta jajarannya untuk tetap tenang serta terus memperketat penerapan protokol kesehatan dan vaksinasi. Pasalnya, upaya tersebut masih merupakan cara terbaik dalam rangka melindungi diri dari penyebaran Covid-19 varian omicron.
"Ketenangan semakin meningkat karena berbagai informasi yang beredar termasuk pernyatan Presiden Joko Widodo untuk tidak terlalu panik hadapi Omicron dengan catatan menerapkan protokol kesehatan dan vaksin termasuk ketika reaktif tanpa gejala cukup isolasi mandiri dengan ketat serta disesuaikan fasilitas telemedicine," kata Abdul Halim Iskandar saat menghadiri Webinar Covid-19 Varian Omicron secara virtual, dengan tema Omicron, Gejala dan Cara Penanganannya pada Jumat (4/2/2022).
Baca juga: Perkuat Perekonomian Desa Pesisir dengan Sinergisitas dan Road Map yang Jelas
Gus Halim menjelaskan, tujuan pelaksanaan Webinar yang menghadirkan narasumber Plt Direktur Surveilance dan Karantina Kementerian Kesehatan dr Prima Yosephine adalah agar mendapatkan informasi yang valid soal varian Omicron yang memang sedang meningkat penularannya.
Menurut Gus Halim, perkembangan Omicron yang dirilis oleh sejumlah lembaga termasuk dari Universitas Indonesia yang menyebutkan jika angka positif Varian Omicon bisa capai 150 ribu per hari, membuat masyarakat sedikit was-was setelah sempat tenang.
“Dari Webinar ini diharapkan bisa memberi rasa tenang kepada keluarga besar Kementerian Desa PDTT meski sering dapat informasi soal tingkat kesembuhan tinggi dan tingkat kematian tidak tinggi. Penjelasan yang diberikan oleh narasumber yang semakin menenangkan kegalauan dan rasa was-was,” ujarnya.
Gus Halim juga menginginkan hasil dari Webinar ini akan ada pemahaman yang utuh bagi keluarga besar Kemendes PDTT terkait penanganan Covid-19 dan penyebarannya agar yang terinfeksi tidak menimbulkan dampak bagi lingkungan kerja serta bisa lakukan isolasi mandiri. Yang kedua, Gus Halim berharap kepada Keluarga Besar Kemendes PDTT untuk memahami secara detail materi yang yang diberikan narasumber untuk jadi materi sosialisasi di lingkungannya.
"Ketenangan semakin meningkat karena berbagai informasi yang beredar termasuk pernyatan Presiden Joko Widodo untuk tidak terlalu panik hadapi Omicron dengan catatan menerapkan protokol kesehatan dan vaksin termasuk ketika reaktif tanpa gejala cukup isolasi mandiri dengan ketat serta disesuaikan fasilitas telemedicine," kata Abdul Halim Iskandar saat menghadiri Webinar Covid-19 Varian Omicron secara virtual, dengan tema Omicron, Gejala dan Cara Penanganannya pada Jumat (4/2/2022).
Baca juga: Perkuat Perekonomian Desa Pesisir dengan Sinergisitas dan Road Map yang Jelas
Gus Halim menjelaskan, tujuan pelaksanaan Webinar yang menghadirkan narasumber Plt Direktur Surveilance dan Karantina Kementerian Kesehatan dr Prima Yosephine adalah agar mendapatkan informasi yang valid soal varian Omicron yang memang sedang meningkat penularannya.
Menurut Gus Halim, perkembangan Omicron yang dirilis oleh sejumlah lembaga termasuk dari Universitas Indonesia yang menyebutkan jika angka positif Varian Omicon bisa capai 150 ribu per hari, membuat masyarakat sedikit was-was setelah sempat tenang.
“Dari Webinar ini diharapkan bisa memberi rasa tenang kepada keluarga besar Kementerian Desa PDTT meski sering dapat informasi soal tingkat kesembuhan tinggi dan tingkat kematian tidak tinggi. Penjelasan yang diberikan oleh narasumber yang semakin menenangkan kegalauan dan rasa was-was,” ujarnya.
Gus Halim juga menginginkan hasil dari Webinar ini akan ada pemahaman yang utuh bagi keluarga besar Kemendes PDTT terkait penanganan Covid-19 dan penyebarannya agar yang terinfeksi tidak menimbulkan dampak bagi lingkungan kerja serta bisa lakukan isolasi mandiri. Yang kedua, Gus Halim berharap kepada Keluarga Besar Kemendes PDTT untuk memahami secara detail materi yang yang diberikan narasumber untuk jadi materi sosialisasi di lingkungannya.