Ini Tantangan Perbankan untuk Salurkan Pembiayaan kepada UMKM
Mahmuda attar hussein
Ahad, 06 Februari 2022 - 17:30 WIB
Direktur Utama Bank Negara Indonesia (BNI) Royke Tumilaar. Foto: Langit7/Istock
Pandemi Covid-19 memukul keras sektor dunia usaha. Hal itu menjadi perhatian bagi pihak perbankan untuk menghadapi dampak besar dari krisis ekonomi.
Direktur Utama Bank Negara Indonesia (BNI) Royke Tumilaar menyebutkan, pihaknya akan terus mendukung peran UMKM sebagai mesin penggerak perekonomian nasional.
"Sebanyak 64,3 juta UMKM berperan penting dalam perekonomian, dan kontribusi terhadap PDB sebesar 60 persen. UMKM punya peluang untuk pemulihan ekonomi," ujarnya di Webinar Nasional Outlook Ekonomi dan Bisnis 2022: Kebangkitan UMKM Indonesia, Jumat (4/2).
Baca juga: Pelaku Wirausaha Syariah Perlu Tahu, Ini Pentingnya Jaminan Produk Halal
Untuk itu, pihaknya mendukung langkah pemerintah yang berencana menyalurkan KUR sebesar Rp373 triliun atau tumbuh 30 persen lebih.
"Kita juga ingin terdapat banyaknya insentif yang diberikan kepada UMKM, termasuk insentif pajak," tambahnya.
Menurutnya, pemerintah meminta perbankan untuk secara bertahap membangun portofolio UMKM pada 2024. Hal itu merupakan salah satu upaya menjaga eksistensi UMKM tetap hidup di tengah krisis dan pasca-pandemi.
Direktur Utama Bank Negara Indonesia (BNI) Royke Tumilaar menyebutkan, pihaknya akan terus mendukung peran UMKM sebagai mesin penggerak perekonomian nasional.
"Sebanyak 64,3 juta UMKM berperan penting dalam perekonomian, dan kontribusi terhadap PDB sebesar 60 persen. UMKM punya peluang untuk pemulihan ekonomi," ujarnya di Webinar Nasional Outlook Ekonomi dan Bisnis 2022: Kebangkitan UMKM Indonesia, Jumat (4/2).
Baca juga: Pelaku Wirausaha Syariah Perlu Tahu, Ini Pentingnya Jaminan Produk Halal
Untuk itu, pihaknya mendukung langkah pemerintah yang berencana menyalurkan KUR sebesar Rp373 triliun atau tumbuh 30 persen lebih.
"Kita juga ingin terdapat banyaknya insentif yang diberikan kepada UMKM, termasuk insentif pajak," tambahnya.
Menurutnya, pemerintah meminta perbankan untuk secara bertahap membangun portofolio UMKM pada 2024. Hal itu merupakan salah satu upaya menjaga eksistensi UMKM tetap hidup di tengah krisis dan pasca-pandemi.