Langit7, Jakarta - Pandemi Covid-19 memukul keras sektor dunia usaha. Hal itu menjadi perhatian bagi pihak perbankan untuk menghadapi dampak besar dari krisis ekonomi.
Direktur Utama Bank Negara Indonesia (BNI) Royke Tumilaar menyebutkan, pihaknya akan terus mendukung peran UMKM sebagai mesin penggerak perekonomian nasional.
"Sebanyak 64,3 juta UMKM berperan penting dalam perekonomian, dan kontribusi terhadap PDB sebesar 60 persen. UMKM punya peluang untuk pemulihan ekonomi," ujarnya di Webinar Nasional Outlook Ekonomi dan Bisnis 2022: Kebangkitan UMKM Indonesia, Jumat (4/2).
Baca juga: Pelaku Wirausaha Syariah Perlu Tahu, Ini Pentingnya Jaminan Produk HalalUntuk itu, pihaknya mendukung langkah pemerintah yang berencana menyalurkan KUR sebesar Rp373 triliun atau tumbuh 30 persen lebih.
"Kita juga ingin terdapat banyaknya insentif yang diberikan kepada UMKM, termasuk insentif pajak," tambahnya.
Menurutnya, pemerintah meminta perbankan untuk secara bertahap membangun portofolio UMKM pada 2024. Hal itu merupakan salah satu upaya menjaga eksistensi UMKM tetap hidup di tengah krisis dan pasca-pandemi.
Royke menuturkan, masih terdapat berbagai kendala yang dirasakan pelaku usaha untuk mendapatkan akses perbankan. Di antaranya seperti operasional yang belum efisien, sehingga belum layak mendapatkan akses permodalan ke perbankan.
"Kita lihat akses informasi juga masih banyak terkendala, terkadang UMK tidak tahu insentif yang diberikan pemerintah, karena mereka mendapati keterbatasan informasi regulasi dan insentif," jelasnya.
Baca juga: Bisnis Syariah Jadi Solusi Hadapi KrisisSelain itu, transaksi secara tunai juga menjadikan minimnya pencatatan pembukuan bagi UMKM. Hal itulah yang masih menjadi tantangan bagi perbankan untuk menyalurkan bantuan dan permodalan.
"Jadi kita akan coba petakan dukungan permodalan, kita coba CSR dan KUR pemerintah untuk usaha pada fase awal, termasuk UMKM maupun startup. Nantinya, baru kita bantu ke tahap pembiayaan selanjutnya ketika sudah masuk fase pertumbuhan usaha," tambahnya.
(zul)