home sosok muslim

Pembeda Muhammadiyah dengan Organisasi Lain

Senin, 07 Februari 2022 - 08:01 WIB
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir (foto: istimewa)
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengungkapkan ciri khas gerakan Muhammadiyah dibanding organisasi-organisasi lain. Muhammadiyah memiliki karakter dakwah yang bersifat tajdid (pembaruan).

Para peneliti, dalam negeri maupun luar negeri, menyebut gerakan Muhammadiyah sebagai gerakan reformis dan modernis. Itu karena KH Ahmad Dahlan mendirikan organisasi tersebut di tengah masyarakat yang bersifat tradisionalis dan konservatif.

"Lalu, lahirnya reformisme dan modernisme yang dimotori Muhammadiyah. Karakter ini harus dijaga dan dirawat, kalau perlu ke depan itu menjadi usaha untuk generasi baru, boleh jadi untuk reformulasi menjadi lebih maju lagi, lebih berkemajuan lagi," kata Haedar, dikutip kanal PWMUTV, Ahad (6/2/2022).

Karakter tersebut lalu direformasi menjadi istilah "Islam Berkemajuan" pada 2010. Islam Berkemajuan menjadi paradigma atau perspektif sekaligus karakter Muhammadiyah. Itu satu mata rantai dari Muhammadiyah yang sejak awal menjadikan gerakan Islam sebagai gerakan dakwah berkarakter tajdid atau reformis dan modernis.

Muhammadiyah lahir ketika umat Islam berada pada praktik beragama yang tidak sepenuhnya murni mengikuti ajaran Islam yakni Al-Qur'an, Sunnah, dan Ijtihad. Kala itu, umat Islam juga tidak memiliki persatuan yang kokoh, imbas politik pecah-belah Belanda.

Pendidikan Islam saat itu juga tidak mampu menjawab tantangan zaman. Ini karena agama hanya dibatasi pada bidang yang bersifat khusus, ilmu pengetahuan pun tidak diajarkan secara luas. Bahkan, praktik Islam tampak hanya menjadi dogma dan doktrin semata.

Masyarakat juga hidup dalam fanatisme sempit dan taklid buta, bahkan ijtihad tidak diperbolehkan. Mereka juga berpikir dogmatis dan normatif, bahkan disebut konservatisme, formalisme (hanya rukun saja), dan tradisionalisme.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
muhammadiyah intelektual muhammadiyah ulama muhammadiyah kemajuan sejarah islam
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya