Setelah fitnah Abdullah bin Saba, muncul Maimun al-Qadah yang merancang sekte Bathiniyah di penjara Irak. Sebuah gerakan bawah tanah yang bertujuan meruntuhkan pilar Islam dari dalam pemikiran esoteris.
Wafatnya Rasulullah menjadi celah bagi gerakan bawah tanah Yahudi untuk merongrong Islam dari dalam. Dari fitnah pembunuhan khalifah hingga runtuhnya Turki Utsmani, sejarah mencatat serangkaian konspirasi panjang yang mengubah peta peradaban.
Sejarah mencatat upaya sistematis kaum Yahudi menghambat dakwah Islam di Madinah. Mulai dari boikot ekonomi hingga perang urat syaraf, sebuah infiltrasi yang menguji keteguhan iman kaum Muslimin awal.
Narasi pertikaian Yahudi dan Islam sering kali disempitkan pada konflik agraria dan kedaulatan. Namun, tinjauan historis mengungkap adanya luka akidah yang dalam, membentang jauh sebelum fajar Madinah menyingsing.
WAZIN Indonesia dan Al-Azhar Mesir gelar webinar Tarhib Ramadan bahas peran penting perempuan dalam sejarah Islam sebagai penutup rangkaian Milad ke-1 WAZIN.
Artikel ini mengulas peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW sebagai perjalanan suci yang membangkitkan spirit umat. Simak makna filosofis pembersihan hati, teknologi Buraq dalam tinjauan akademis, hingga relevansinya terhadap kebangkitan Islam dan perdamaian dunia di era modern.
Kekalahan armada Bizantium dari pasukan Muslim mengguncang Laut Tengah. Lari ke Sisilia, jenderal Konstantin justru dibunuh rakyatnya sendiri. Sejarah mencatat bagaimana kekuasaan direbut rasa takut.
Kisah lahirnya armada laut pertama dalam sejarah Islam bukan sekadar catatan militer. Ia adalah momentum perubahan strategi, politik, dan imajinasi bangsa Arab ketika kekuasaan maritim Rumawi mulai runtuh.
Ketika pasukan Romawi menerjang Mesir Hilir, Amr bin Ash memilih taktik tak lazim: membiarkan musuh menampakkan keburukannya. Keputusan itu mengubah arah perlawanan Arab di bawah Khalifah Utsman.
Pada awal pemerintahan Utsman bin Affan (664 M), 300 kapal Romawi mendarat diam-diam di Iskandariah. Serangan ini mengguncang Mesir dan menjadi ujian besar bagi kekhalifahan muda.
Konstans II menyiapkan 300 kapal untuk merebut kembali Mesir dari tangan Muslim. Armada itu mendarat tanpa terdeteksi di Iskandariah. Inilah salah satu operasi militer paling berani pada abad ke-7.
Keputusan politik di Mesir, ketegangan elite Arab, dan kelengahan administratif membuka celah. Dari Iskandariah, orang-orang Romawi menulis ke Konstantinopel, memanggil kembali bayang-bayang Bizantium.
Di medan kampanye Kaukasus, perselisihan tajam pecah antara pasukan Kufah dan Syam soal rampasan perang. Gesekan itu membuka tabir persaingan laten dua komunitas Arab yang kelak memicu badai politik besar.