LANGIT7.ID-Mesir; WAZIN Indonesia berkolaborasi dengan Markaz Tathwir wa Ta’lim Thullāb al-Wāfidīn (Pusat Pengembangan dan Pendidikan Mahasiswa Asing Universitas Al-Azhar) menggelar webinar bertema “Tarhib Ramadan dan Penguatan Peran Perempuan: Teladan Muslimah dalam Sejarah Islam.”
Kegiatan ini sekaligus menjadi penutup rangkaian Milad Pertama WAZIN Indonesia, menandai satu tahun kiprah organisasi dalam memberdayakan para khirijat dan khirijin Al-Azhar di Indonesia.
Dalam sambutannya, Ketua Umum WAZIN, Dr. Elly Warti Maliki, Lc., M.A., menegaskan bahwa Ramadan merupakan momentum untuk menata kembali jiwa, pemikiran, dan tingkah laku. Dalam rilisnya kepada langit7.id (14/2/2026) Dr Elly mengingatkan bahwa perempuan berpengaruh tidak diukur dari seberapa sering ia tampil atau sekeras apa suaranya, melainkan dari besarnya jejak kebaikan yang ditinggalkan serta kematangan dalam berpikir dan bersikap.
Sebagai narasumber utama, Prof. Dr. Nahlah al-Sa’idhi mengajak peserta untuk mengenali jati diri serta mengambil peran aktif di ranah keluarga dan masyarakat. Ia menyoroti keteladanan Ummahatul Mu’minin dan para sahabiyat yang berdaya, tidak hanya di ruang domestik, tetapi juga di ruang sosial dan keilmuan.
![WAZIN dan Markaz Tathwir Gelar Webinar Tarhib Ramadan: Saatnya Perempuan Bersinar]()
Sementara itu, Zulfa Nur Alimah, Lc., M.A., sebagai narasumber kedua menegaskan bahwa “bercahaya” bukanlah soal popularitas. Perempuan, baik sebagai ibu rumah tangga, mahasiswi, maupun profesional, memiliki kemuliaan yang sama selama menjalankan perannya dengan kesungguhan dan kesadaran.
Menjelang Ramadan, webinar ini menjadi ruang refleksi untuk memperbarui niat dan menguatkan kontribusi perempuan muslimah. Sebagai pembuka dari seri diskusi berkelanjutan, kolaborasi WAZIN dan Markaz Tathwir wa Ta’lim Thullāb al-Wāfidīn diharapkan terus melahirkan perempuan-perempuan berilmu, berdaya, dan bercahaya bagi umat.(*/saf)
(lam)