Di perbatasan Syam dan Persia, Armenia menjadi simpul terakhir kekuasaan Bizantium yang resah. Setelah Umar wafat, wilayah itu kembali gelisah. Utsman harus memastikan Syam tak terbuka untuk ancaman dari utara.
Di bawah bayang-bayang Snouck Hurgronje, kolonial Belanda berusaha memahami Islam sambil tetap mencurigainya. Dari politik pengawasan dan tafsir akademik yang bias, lahir kesadaran baru di kalangan Muslim Hindia.
Tragedi Cimareme 1919 membuka babak kelam antara kolonialisme dan kesalehan rakyat. Dari dzikir yang disangka pemberontakan hingga perpecahan Sarekat Islam, sejarah mencatat iman dan politik pernah bertarung di tanah Priangan.
Dari zikir yang mengguncang lantai di Aceh hingga doa sunyi di Lombok, kisah kolonial Belanda dan Islam Nusantara tersisa sebagai potret paradoks: pengetahuan yang lahir dari hasrat untuk menaklukkan.
Dari Leiden hingga Batavia, pengetahuan tumbuh di bawah bayang-bayang kuasa. Di tangan kolonial, ilmu bukan lagi jalan memahami, melainkan alat menundukkan dunia yang tak pernah mereka pahami sepenuhnya.
Dari ladang tebu yang terbakar di Cilegon 1888 hingga meja birokrat kolonial di Batavia, lahir proyek besar Belanda: menjinakkan Islam. Ketakutan pada Mekah berubah jadi strategi kekuasaan.
Di Batavia tahun 1886, dua cendekia duduk bersekutu di bawah bayang kolonial: Snouck Hurgronje dan Sayyid Utsman. Dari meja kerja mereka lahir proyek besar: membentuk Islam yang jinak di Hindia.
Islam Nusantara bukan kisah damai tanpa riak. Michael Laffan melihatnya sebagai gunung api yang sesekali meletuslahir dari silang budaya, jaringan ulama global, dan tekanan kolonial.
Di balik sekolah-sekolah kolonial, tersimpan misi yang halus: menguasai lewat bahasa. Dari Surakarta ke Leiden, Islam dipelajari bukan untuk dipahami, tapi untuk diatur.
Pada 1812, Inggris menjarah Keraton Yogyakarta. Bukan cuma emas yang dibawa, tapi juga makna. Di tangan kolonial, manuskrip Islam Nusantara berubah jadi artefak, bukan warisan ilmu.
Penemuan kota kuno berusia 4.000 tahun di oasis Khaybar, Arab Saudi, membuka misteri peradaban awal manusia. Kota bernama Al-Natah ini menunjukkan bagaimana masyarakat nomaden mulai hidup menetap dan membangun sistem kota sejak Zaman Perunggu.