Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 27 Mei 2026
home sosok muslim detail berita

Pembeda Muhammadiyah dengan Organisasi Lain

Muhajirin Senin, 07 Februari 2022 - 08:01 WIB
Pembeda Muhammadiyah dengan Organisasi Lain
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir (foto: istimewa)
LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengungkapkan ciri khas gerakan Muhammadiyah dibanding organisasi-organisasi lain. Muhammadiyah memiliki karakter dakwah yang bersifat tajdid (pembaruan).

Para peneliti, dalam negeri maupun luar negeri, menyebut gerakan Muhammadiyah sebagai gerakan reformis dan modernis. Itu karena KH Ahmad Dahlan mendirikan organisasi tersebut di tengah masyarakat yang bersifat tradisionalis dan konservatif.

"Lalu, lahirnya reformisme dan modernisme yang dimotori Muhammadiyah. Karakter ini harus dijaga dan dirawat, kalau perlu ke depan itu menjadi usaha untuk generasi baru, boleh jadi untuk reformulasi menjadi lebih maju lagi, lebih berkemajuan lagi," kata Haedar, dikutip kanal PWMUTV, Ahad (6/2/2022).

Karakter tersebut lalu direformasi menjadi istilah "Islam Berkemajuan" pada 2010. Islam Berkemajuan menjadi paradigma atau perspektif sekaligus karakter Muhammadiyah. Itu satu mata rantai dari Muhammadiyah yang sejak awal menjadikan gerakan Islam sebagai gerakan dakwah berkarakter tajdid atau reformis dan modernis.

Muhammadiyah lahir ketika umat Islam berada pada praktik beragama yang tidak sepenuhnya murni mengikuti ajaran Islam yakni Al-Qur'an, Sunnah, dan Ijtihad. Kala itu, umat Islam juga tidak memiliki persatuan yang kokoh, imbas politik pecah-belah Belanda.

Pendidikan Islam saat itu juga tidak mampu menjawab tantangan zaman. Ini karena agama hanya dibatasi pada bidang yang bersifat khusus, ilmu pengetahuan pun tidak diajarkan secara luas. Bahkan, praktik Islam tampak hanya menjadi dogma dan doktrin semata.

Masyarakat juga hidup dalam fanatisme sempit dan taklid buta, bahkan ijtihad tidak diperbolehkan. Mereka juga berpikir dogmatis dan normatif, bahkan disebut konservatisme, formalisme (hanya rukun saja), dan tradisionalisme.

Maka itu, Haedar meminta warga serta pengurus Muhammadiyah menjaga dan merawat karakter reformis dan modernis sampai kapan pun. Ia tak ingin semangat kembali ke ajaran Islam murni hanya bersifat parsial dan simbolik, seperti hanya mengurusi pakaian dan aktivitas harian saja. Hal semac itu justru tidak menyentuh hal yang bersifat fundamental.

"Jangan sampai kita seperti itu, terbawa virus oleh konservatisme, dogmatisme, formalisme," tutur Haedar.

Dalam konteks itu, tambah Haedar, perlu pemaknaan ulang dari tubuh Muhammadiyah. Ini agar tidak terjebak pada hal-hal yang bersifat rutinitas saja. Karakter dakwah dan tajdid serta orientasi yang modern dan reformis harus diaktualisasikan saat ini.

Guru Besar Sosiologi ini mencontohkan KH Ahmad Dahlan saat mendirikan Muhammadiyah. Ia bergerak di tengah masyarakat konservatif dan tradisional, namun mampu membawa pencerahan yang menghasilkan kemajuan. Tak heran jika beliau disebut sebagai tokoh yang melintasi batas.

"Bagaimana mungkin seorang kiai yang lahir dalam tradisi konservatif dan tradisional pergi ke Makkah, yang saat itu kuat wahabiyahnya dan pula menjadi seorang modernis, karena pertemuan dengan berbagai pemikiran dan tokoh yang mampu diserapnya," kata Haedar.

KH Dahlan merupakan sosok ulama cerdas. Dia mampu menerjemahkan pikiran berkemajuan ke dalam realitas kehidupan saat itu. Salah satunya meluruskan arah kiblat sebagai sampel pemahaman Islam yang menyatukan antara wawasan syariah dan ilmu pengetahuan.

"Dia perbaharui sistem pendidikan Islam menjadi sistem pendidikan Islam modern. Dia melahirkan Al-Maun sebagai sebuah harokah, penolong kesengsaraan umum, akhirnya lahir rumah sakit dan pelayanan sosial, perorganisasian zakat dan haji, bahkan melahirkan gerakan perempuan yang pada saat itu jelas merupakan sangkar besi yang sangat susah didobrak," kata Haedar.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 27 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)