Innalilllahi, Redaktur Langit7 Zulkarmedi Siregar Wafat
Fajar adhitya
Senin, 07 Februari 2022 - 16:52 WIB
Almarhum Zulkarmedi Siregar. Foto: Dok Pribadi.
Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Kabar duka datang dari wilayah Bekasi Timur, salah satu redaktur Langit7 dipanggil lebih dulu oleh Allah Swt ke haribaanNya. Zulkarmedi Siregar atau disapa akrab Bang Zul meninggal dunia jam 01:30 dini hari di rumah sakit Hermina, Bekasi.
Untaian doa dan kalimat duka mengalir di media sosial whatsapp, baik dari redaksi Langit7 ataupun teman-teman seperjuangan Bang Zul, di antaranya mantan Pimred Langit7, Haji Azhar Azis. Melalui akun pribadinya, Haji Azhar menuliskan kalimat duka dan menjadi saksi kebaikan almarhum semasa hidupnya. Berikut petikannya:
Ajal itu dekat dan dunia ini singkat. Kepuasan mata hanya sekejap, setelah itu kembali ke asal.
Kabar duka datang dari sahabat saya, Bang Zul. Banyak gagasan yang kami diskusikan. Banyak asa yang kita emban di pundak bersama.
Baca Juga:Kronologi Kecelakaan Bus Pariwisata, Diduga Rem Blong Sejak dari Atas Bukit Bego
Gagasan dan karyalah yang nyata, ada dan tak pergi. Walau jasad pamit mendahului, jiwa ingin cepat bertemu Sang Khaliq. Menuai karya yang telah di tanamnya.
Di pundak dia ada ikhtiar ingin menopang maslahat umat. Berkecimpung dan komitmen untuk kepedulian sosial dan keumatan. Media umat pun jadi pilihan berpijak. Komitmen Rabbani beralas titah sang Nabi yang berseru di ujung hayatnya, ummatku, umatku, umatku.
Untaian doa dan kalimat duka mengalir di media sosial whatsapp, baik dari redaksi Langit7 ataupun teman-teman seperjuangan Bang Zul, di antaranya mantan Pimred Langit7, Haji Azhar Azis. Melalui akun pribadinya, Haji Azhar menuliskan kalimat duka dan menjadi saksi kebaikan almarhum semasa hidupnya. Berikut petikannya:
Ajal itu dekat dan dunia ini singkat. Kepuasan mata hanya sekejap, setelah itu kembali ke asal.
Kabar duka datang dari sahabat saya, Bang Zul. Banyak gagasan yang kami diskusikan. Banyak asa yang kita emban di pundak bersama.
Baca Juga:Kronologi Kecelakaan Bus Pariwisata, Diduga Rem Blong Sejak dari Atas Bukit Bego
Gagasan dan karyalah yang nyata, ada dan tak pergi. Walau jasad pamit mendahului, jiwa ingin cepat bertemu Sang Khaliq. Menuai karya yang telah di tanamnya.
Di pundak dia ada ikhtiar ingin menopang maslahat umat. Berkecimpung dan komitmen untuk kepedulian sosial dan keumatan. Media umat pun jadi pilihan berpijak. Komitmen Rabbani beralas titah sang Nabi yang berseru di ujung hayatnya, ummatku, umatku, umatku.