Besok, Mendikbudristek Umumkan Agenda Prioritas G20 Bidang Pendidikan dan Kebudayaan
Muhajirin
Selasa, 08 Februari 2022 - 15:45 WIB
Mendikbudristek Nadiem Makarim (foto: kemdikbud.go.id)
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim besok akan mengumumkan agenda prioritas bidang pendidikan dan kebudayaan yang akan didorong pemerintah Indonesia pada perhelatan G20. Pengumuman akan dilakukan melalui acara “Kick Off G20 on Education and Culture” yang akan ditayangkan melalui kanal YouTube KEMENDIKBUD RIpada Rabu, 9 Ferbuari 2022, pukul 13.00-15.00 WIB.
“Kami sebagai bagian dari rakyat Indonesia mengajak warga dan pemimpin dunia untuk bergotong royong dan terlibat dalam pemulihan dari pandemi. Mari bersama membangun dunia secara berkelanjutan, khususnya di bidang pendidikan dan kebudayaan,” ujar Mendikbudristek.
“Masyarakat Indonesia patut berbangga bahwa Indonesia berkesempatan untuk memimpin 19 negara maju lainnya yang tergabung dalam G20 dan mengajak sejumlah negara berkembang untuk bersama-sama menjawab tantangan global,” lanjut Nadiem.
Karenanya, Menteri Nadiem mengajak masyarakat untuk menyaksikan “Kick Off G20 on Education and Culture” untuk mengetahui lebih lanjut apa saja agenda prioritas yang akan didorong kementerian yang dipimpinnya selama presidensi Indonesia pada G20.
“Saya mengajak masyarakat untuk mengetahui apa saja yang perlu kita perjuangkan bersama. Kita semua perlu terlibat, agar G20 betul-betul menghadirkan langkah konkrit dan dampak nyata yang bermanfaat bagi banyak negara, khususnya Indonesia,” terangnya.
Selain terkait bidang pendidikan, Menteri Nadiem mengatakan, “Indonesia dengan kekayaan budaya dan kearifan lokalnya juga berperan penting dalam membangun pemulihan dunia. Kami mengajak warga dunia untuk kembali ke jalan budaya untuk kehidupan bersama yang berkelanjutan. Kami mengajak dunia untuk betul-betul melihat lebih dalam apa yang dapat ditawarkan Indonesia melalui seni dan budaya.”
Sejalan dengan pernyataan Mendikbudristek, pada “Kick-Off G20 on Education and Culture” akan ada gelar wicara dengan topik Jalan Budaya untuk Hidup Berkelanjutan. Sesi ini akan menghadirkan Hilmar Farid selaku Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), sekaligus Coordinator of Ministerial Meeting on Culture; Helianti Hilman selaku wirausahawan sosial; dan Andien Aisyah yang seorang penyanyi, sekaligus penggerak fesyen berkelanjutan.
“Kami sebagai bagian dari rakyat Indonesia mengajak warga dan pemimpin dunia untuk bergotong royong dan terlibat dalam pemulihan dari pandemi. Mari bersama membangun dunia secara berkelanjutan, khususnya di bidang pendidikan dan kebudayaan,” ujar Mendikbudristek.
“Masyarakat Indonesia patut berbangga bahwa Indonesia berkesempatan untuk memimpin 19 negara maju lainnya yang tergabung dalam G20 dan mengajak sejumlah negara berkembang untuk bersama-sama menjawab tantangan global,” lanjut Nadiem.
Karenanya, Menteri Nadiem mengajak masyarakat untuk menyaksikan “Kick Off G20 on Education and Culture” untuk mengetahui lebih lanjut apa saja agenda prioritas yang akan didorong kementerian yang dipimpinnya selama presidensi Indonesia pada G20.
“Saya mengajak masyarakat untuk mengetahui apa saja yang perlu kita perjuangkan bersama. Kita semua perlu terlibat, agar G20 betul-betul menghadirkan langkah konkrit dan dampak nyata yang bermanfaat bagi banyak negara, khususnya Indonesia,” terangnya.
Selain terkait bidang pendidikan, Menteri Nadiem mengatakan, “Indonesia dengan kekayaan budaya dan kearifan lokalnya juga berperan penting dalam membangun pemulihan dunia. Kami mengajak warga dunia untuk kembali ke jalan budaya untuk kehidupan bersama yang berkelanjutan. Kami mengajak dunia untuk betul-betul melihat lebih dalam apa yang dapat ditawarkan Indonesia melalui seni dan budaya.”
Sejalan dengan pernyataan Mendikbudristek, pada “Kick-Off G20 on Education and Culture” akan ada gelar wicara dengan topik Jalan Budaya untuk Hidup Berkelanjutan. Sesi ini akan menghadirkan Hilmar Farid selaku Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), sekaligus Coordinator of Ministerial Meeting on Culture; Helianti Hilman selaku wirausahawan sosial; dan Andien Aisyah yang seorang penyanyi, sekaligus penggerak fesyen berkelanjutan.