home global news

Metaverse dan Manajemen Human Capital

Selasa, 08 Februari 2022 - 21:26 WIB
Pengamat Human Capital Management, Muhamad Ali. (Foto: Langit7.id)
Metaverse barulah tahap awal dan saya kira banyak orang belum menangkap utuh apa yang diimajinasikan oleh Zuckerberg ini dengan Metaverse-nya.

Oleh: Muhamad Ali

Metaverse adalah fenomena. Mark Zuckerberg sebagai penggagasnya, mengumumkan pergeseran arah perusahaan yang dipimpinnya pada Oktober 2021 lalu. Sejak mendirikan Facebook tahun 2008 silam, lalu mengakuisisi Instagram dan Whatsapp ke dalam portofolio aplikasinya beberapa tahun kemudian, Zuckerberg telah menciptakan suatu realitas baru di ranah virtual sekaligus membuka ruang penjelajahan baru yang faktual.

Kalau kita meneropong kembali saat kemunculan Facebook pertama kali dan tahun-tahun ketika ia berkembang menjadi sebuah negara virtual raksasa, manusia di kolong langit ini nyaris terhipnotis dengan kemampuan Facebook dalam menghubungkan antarmanusia dan menawarkan suatu pengalaman baru dalam berinteraksi.

Baca juga:Pentingnya Menjaga Kewaspadaan dan Kewarasan Menuju Kehidupan Normal

Oleh karena itu, tak heran bilamana sambutan warganet terhadap kehadiran Metaverse ini begitu gegap gempita, menyebar sedemikian cepat dan serentak. Anak-anak muda yang berkarakter digitally natives, sudah mulai berenang-renang di dalam dunia Metaverse. Sedangkan para imigran digital, sebagian masih tergagap-gagap untuk merespons atau menyikapinya.

Yang paling menakjubkan dan menjadi pemberitaan luas di Indonesiaialah sosok anak muda asal Semarang yang berhasil menjual gambar selfie dirinya ke platform Metaverse. Dalam hitungan hari ia telah menjadi miliarder baru di dunia yang nyata.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
human capital management metaverse muhamad ali
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya