Al-Azhar Luncurkan Al-Qur'an Braille, Bantu Tunanetra Membaca dan Menghafal
Fifiyanti Abdurahman
Rabu, 09 Februari 2022 - 12:11 WIB
Alquran Braille produksi Al Azhar yang dipamerkan di Cairo International Book Fair. Foto: Arab News.
Salinan eksperimental Al-Qur'an yang ditulis dalam huruf Braille untuk orang buta ditampilkan oleh Al-Azhar Al-Sharif di stannya di Pameran Buku Internasional Kairo ke-53, yang berakhir pada Senin, (7/2/2022) lalu.
Al-Azhar Press, di bawah bimbingan dan perlindungan Imam Besar Dr. Ahmed Al-Tayeb, Sheikh Al-Azhar Al-Sharif, dicetak dalam huruf Braille menggunakan sistem pencetakan baru.
Al-Azhar mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa versi percobaan Al-Qur'an ini menampilkan kata-kata tertulis Al-Qur'an di samping huruf Braille yang menonjol untuk memudahkan orang buta dalam menghafal dan membaca Alquran.
Baca juga: Permintaan Meningkat, Kemenag Terbitkan Lagi Fikih Braille
Menurut pernyataan tersebut, langkah ini diambil oleh Al-Azhar karena keyakinannya merawat para penyandang disabilitas termasuk tunanetra, dan sebagai perpanjangan dari misi Al-Azhar dalam menyebarkan Al-Qur'an dan ilmu-ilmunya.
Salinan Alquran braille yang ditampilkan dalam pameran ini memiliki ukuran besar dengan karton khusus yang tebal, dimana titik-titiknya jelas dan menonjol sehingga mudah membaca menggunakan ujung jari.
Braille adalah metode membaca dan menulis yang digunakan oleh orang buta dan tunanetra. Dinamai seperti penemunya yang berasal dari Prancis, Louis Braille, yang kehilangan penglihatannya pada usia tiga tahun.
Al-Azhar Press, di bawah bimbingan dan perlindungan Imam Besar Dr. Ahmed Al-Tayeb, Sheikh Al-Azhar Al-Sharif, dicetak dalam huruf Braille menggunakan sistem pencetakan baru.
Al-Azhar mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa versi percobaan Al-Qur'an ini menampilkan kata-kata tertulis Al-Qur'an di samping huruf Braille yang menonjol untuk memudahkan orang buta dalam menghafal dan membaca Alquran.
Baca juga: Permintaan Meningkat, Kemenag Terbitkan Lagi Fikih Braille
Menurut pernyataan tersebut, langkah ini diambil oleh Al-Azhar karena keyakinannya merawat para penyandang disabilitas termasuk tunanetra, dan sebagai perpanjangan dari misi Al-Azhar dalam menyebarkan Al-Qur'an dan ilmu-ilmunya.
Salinan Alquran braille yang ditampilkan dalam pameran ini memiliki ukuran besar dengan karton khusus yang tebal, dimana titik-titiknya jelas dan menonjol sehingga mudah membaca menggunakan ujung jari.
Braille adalah metode membaca dan menulis yang digunakan oleh orang buta dan tunanetra. Dinamai seperti penemunya yang berasal dari Prancis, Louis Braille, yang kehilangan penglihatannya pada usia tiga tahun.