Perpustakaan Masjid Islamic Center Samarinda Layak Jadi Percontohan
Fajar adhitya
Jum'at, 11 Februari 2022 - 16:35 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7/iStock.
Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Kementerian Agama (Kemenag) menilai perpustakaan Masjid Islamic Center Samarinda (MICS) patut dijadikan percontohan. Perpustakaan MICS dianggap telah memenuhi standard fasilitas literasi publik.
Subkoordinator Pengendalian Mutu Naskah Agama dan Keagamaan Islam Kemenag, Nur Rahmawati bersama 20 pengurus perpustakaan masjid di Kalimantan Timur mengunjungi MICS pada Rabu (9/2/2022) kemarin. Mereka melakukan studi lapangan terkait tata cara pengelolaan perpustakaan masjid yang profesional serta sebagai pemenuhan literasi keagamaan Islam.
“Kunjungan ke MICS untuk melihat perpustakaan masjid yang menjadi percontohan. Mengapa kami anggap perpustakaanIslamic Centerini percontohan? Karena perpustakaan masjid di sana sudah memenuhi persyaratan standar nasional,” jelas Nur Rahmawati di Samarinda dilansir keterangan pers, Jumat (11/2/2022).
Baca Juga:Tak Hanya Religi, Masjid Raya Klaten Hadirkan Pesona Wisata Jajanan
Nur Rahmawati menjelaskan, standar perpustakaan masjid antara lain memiliki seribu judul buku, sumber daya manusia (SDM) memadai, teknologi yang dimiliki mumpuni. Selain itu, perpustakaan juga harus memiliki ruangan yang luas dan representatif, serta koordinasi dengan mitra kerja terjalin sangat baik.
“Jadi sangat bisa dijadikan contoh untuk teman-teman pengelola perpustakaan masjid lainnya yang saat ini belum memulai atau sudah memulai tapi terhenti, itu bisa mencontoh perpustakaan MICS bagaimana tata kelola yang benar dan profesional. Kami melihat Islamic Center bisa jadi contoh,” katanya.
Ia mengatakan, rombongan para pengurus perpustakaan masjid yang datang ke MICS sangat antusias. Beberapa di antara mereka baru mengetahui di MICS ada perpustakaan yang modern. “Mereka sangat antusias, bahkan ada yang baru tahu di sana ada perpustakaan meski sering keIslamic Center,” katanya.
Subkoordinator Pengendalian Mutu Naskah Agama dan Keagamaan Islam Kemenag, Nur Rahmawati bersama 20 pengurus perpustakaan masjid di Kalimantan Timur mengunjungi MICS pada Rabu (9/2/2022) kemarin. Mereka melakukan studi lapangan terkait tata cara pengelolaan perpustakaan masjid yang profesional serta sebagai pemenuhan literasi keagamaan Islam.
“Kunjungan ke MICS untuk melihat perpustakaan masjid yang menjadi percontohan. Mengapa kami anggap perpustakaanIslamic Centerini percontohan? Karena perpustakaan masjid di sana sudah memenuhi persyaratan standar nasional,” jelas Nur Rahmawati di Samarinda dilansir keterangan pers, Jumat (11/2/2022).
Baca Juga:Tak Hanya Religi, Masjid Raya Klaten Hadirkan Pesona Wisata Jajanan
Nur Rahmawati menjelaskan, standar perpustakaan masjid antara lain memiliki seribu judul buku, sumber daya manusia (SDM) memadai, teknologi yang dimiliki mumpuni. Selain itu, perpustakaan juga harus memiliki ruangan yang luas dan representatif, serta koordinasi dengan mitra kerja terjalin sangat baik.
“Jadi sangat bisa dijadikan contoh untuk teman-teman pengelola perpustakaan masjid lainnya yang saat ini belum memulai atau sudah memulai tapi terhenti, itu bisa mencontoh perpustakaan MICS bagaimana tata kelola yang benar dan profesional. Kami melihat Islamic Center bisa jadi contoh,” katanya.
Ia mengatakan, rombongan para pengurus perpustakaan masjid yang datang ke MICS sangat antusias. Beberapa di antara mereka baru mengetahui di MICS ada perpustakaan yang modern. “Mereka sangat antusias, bahkan ada yang baru tahu di sana ada perpustakaan meski sering keIslamic Center,” katanya.