home wirausaha syariah

Dukung KTT G20, PLN Tambah 2 Pembangkit Listrik di Bali

Jum'at, 18 Februari 2022 - 23:35 WIB
Dukung KTT G20, PLN tambah 2 Pembangkit Listrik di Bali. (Foto: Humas PLN)
PT PLN (Persero) melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Hybrid Nusa Penida dan relokasi Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Grati ke Pesanggaran, Bali. Penambahan dua pembangkit ini untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik Bali demi menyukseskan pelaksanaan KTT G20.

Acara groundbreaking dilakukan langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster bersama Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo. Disaksikan juga oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Bali Ade T Sutiawarman dan Kepala Kepolisian Daerah Bali Irjen Pol I Putu Jayan Danu Putra di Pesanggaran, Bali.

Baca juga:PLN Siap Pasok Listrik Tanpa Kedip Seandal Asian Games

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan total daya mampu kelistrikan Bali saat ini sebesar 1.322 megawatt (MW). Dengan perkiraan beban puncak saat KTT G20 sebesar 970 MW, maka listrik Bali masih memiki cadangan sebesar 341,1 MW atau 25,9 persen.

"Dalam menghadapi KTT G20 memang demand-nya bertambah, dari 770 MW akan naik menjadi 970 MW saat KTT G20. Sistem aman, tapi belum benar-benar aman untuk itu arahan Pak Gubernur kita tambah relokasi dua unit PLTG berkapasitas total 200 MW dan PLTS Hybrid berkapasitas 3,5 MW. Kami berharap dengan kehadiran dua pembangkit ini bakal makin memperkuat pasokan listrik Bali," kata Darmawan dalam keterangan persnya, Jumat (18/2).

PLTS Hybrid Nusa Penida akan dibangun di atas lahan seluas 4,5 hektare (ha) milik PT Indonesia Power (IP) di Desa Suana, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali. Saat ini, PLTS Hybrid Nusa Penida sudah dalam proses pelelangan umum EPC dan memasuki tahap penandatanganan kontrak.

Baca juga:PLN Targetkan Pembangkit EBT 648 MW Beroperasi Tahun Ini
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
pln plts i wayan koster ktt g20 darmawan prasodjo
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya