Tumbuhkan Wirausaha Masjid, Isyef Sulap Menara Jadi Kedai Kopi
Fajar adhitya
Ahad, 20 Februari 2022 - 07:05 WIB
Indonesian Youth Economic Forum (Isyef) kembali meluncurkan Isyef Point di Masjid Raya Al Isra, Tanjung Duren, Jakarta Barat. Foto: Istimewa.
Indonesian Youth Economic Forum (Isyef) kembali meluncurkan Isyef Point di Masjid Raya Al Isra, Tanjung Duren, Jakarta Barat. Isyef bersama pengurus masjid merenovasi menara masjid dan mengalihfungsikannya menjadi cafe Kopi Umat (Komat).
Isyef Point dalam bentuk kedai kopi ini merupakan wujud komitmen nyata untuk mengembangkan ekonomi masjid. Isyef dengan memberdayakan pemuda dan remaja masjid merealisasikan mandiri finansial secara organisasi serta memberikan sarana bagi pemuda untuk belajar menjadi wirausaha melalui Isyef Point.
Isyef Point adalah pusat pemberdayaan masjid dan komunitas remaja masjid melalui unit usaha kedai kopi, makanan, dan minuman. Usaha berbasis masjid ini didirikan atas dasar konsep wirausaha yang mengalokasikan sebagian pendapatan untuk pemberdayaan ekonomi serta berkontribusi dalam memakmurkan masjid layaknya fungsi masjid di zaman Rasulullah.
Baca Juga:Diyanet Turki: Kunjungi Kabah Lewat Metaverse Bukan Haji Sebenarnya
Ketua Dewan Pembina Isyef, M. Arief Rosyid Hasan mengatakan, bila melihat sejarah, tradisi meminum kopi telah melekat dalam masyarakat Islam. Ia mengungkapkan, pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, ada satu tradisi yang lekat dalam ingatan adalah ada yang menyeduh kopi dalam teko berukuran besar.
“Kita harus berterima kash kepada kelompok sufi Shadhiliyya dari Yaman yang dianggap berjasa mengenalkan budidaya kopi hingga hari ini coffee culture begitu kuat mengakar di tengah masyarakat kita," katanya, baru-baru ini.
Beridirnya Isyef Tower/Point yang kedua di Masjid Al-Isra ini melanjutkan suksesnya Isyef Point pertama di Masjid Cut Meutia. Kedai kopi Komat diharapkan menjadi titik bertemu, berkumpul, dan bertukar gagasan di antara anak muda untuk semakin memajukan ekonomi masjid.
Isyef Point dalam bentuk kedai kopi ini merupakan wujud komitmen nyata untuk mengembangkan ekonomi masjid. Isyef dengan memberdayakan pemuda dan remaja masjid merealisasikan mandiri finansial secara organisasi serta memberikan sarana bagi pemuda untuk belajar menjadi wirausaha melalui Isyef Point.
Isyef Point adalah pusat pemberdayaan masjid dan komunitas remaja masjid melalui unit usaha kedai kopi, makanan, dan minuman. Usaha berbasis masjid ini didirikan atas dasar konsep wirausaha yang mengalokasikan sebagian pendapatan untuk pemberdayaan ekonomi serta berkontribusi dalam memakmurkan masjid layaknya fungsi masjid di zaman Rasulullah.
Baca Juga:Diyanet Turki: Kunjungi Kabah Lewat Metaverse Bukan Haji Sebenarnya
Ketua Dewan Pembina Isyef, M. Arief Rosyid Hasan mengatakan, bila melihat sejarah, tradisi meminum kopi telah melekat dalam masyarakat Islam. Ia mengungkapkan, pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, ada satu tradisi yang lekat dalam ingatan adalah ada yang menyeduh kopi dalam teko berukuran besar.
“Kita harus berterima kash kepada kelompok sufi Shadhiliyya dari Yaman yang dianggap berjasa mengenalkan budidaya kopi hingga hari ini coffee culture begitu kuat mengakar di tengah masyarakat kita," katanya, baru-baru ini.
Beridirnya Isyef Tower/Point yang kedua di Masjid Al-Isra ini melanjutkan suksesnya Isyef Point pertama di Masjid Cut Meutia. Kedai kopi Komat diharapkan menjadi titik bertemu, berkumpul, dan bertukar gagasan di antara anak muda untuk semakin memajukan ekonomi masjid.