Sekrup Tak Terpasang dengan Benar, Lamborghini Tarik Kembali Huracan
Fifiyanti Abdurahman
Selasa, 22 Februari 2022 - 08:38 WIB
Lamborghini dikabarkan akan menarik kembali dari peredaran 4.796 Huracan. Foto: Istimewa
Produsen supercar asal Italia, Lamborghini dikabarkan akan menarik kembali dari peredaran 4.796 Huracan akibat pemasangan sekrup lampu depan yang tidak benar.
"Kejadian ini murni berasal dari kesalahan yang disebabkan oleh manusia," ungkap Lamborghini yang mengungkap kesalahan itu sendiri selama audit internal rutin pada awal 2020 dikutip dari CarsCoops, Selasa (22/2/2022).
Baca juga: Jenis Supercar dan Moge yang Kena Pajak Barang Mewah 95 Persen
Pada 26 Februari 2020, mereka secara resmi menetapkan bahwa Lamborghini Huracan memiliki masalah pada bagian penutup sekrup penyetelan horisontal lampu depan yang tidak sesuai dengan Standar Keamanan Federal.
Sebelumnya. pada 4 Maret 2020, mereka memberi tahu NHTSA tentang masalah ini, dan kemudian pada bulan yang sama mereka mengajukan petisi untuk "Ketidakpatuhan yang Tidak Berkonsekuensi".
Saat ini, hampir dua tahun berselang dan kemudian NHTSA akhirnya memutuskan petisi itu. Keputusan mereka untuk menyangkalnya menyebabkan penarikan itu sendiri.
Dalam kasus ini, NHTSA menggambarkan bahwa bisa saja terjadi bahaya yang menimpa seseorang yang mengendarai karena berkurangnya jarak pandang di salah satu sisi jalan, dan juga berkurangnya jarak pandang di jalan sehingga itu akan meningkatkan risiko kecelakaan.
"Kejadian ini murni berasal dari kesalahan yang disebabkan oleh manusia," ungkap Lamborghini yang mengungkap kesalahan itu sendiri selama audit internal rutin pada awal 2020 dikutip dari CarsCoops, Selasa (22/2/2022).
Baca juga: Jenis Supercar dan Moge yang Kena Pajak Barang Mewah 95 Persen
Pada 26 Februari 2020, mereka secara resmi menetapkan bahwa Lamborghini Huracan memiliki masalah pada bagian penutup sekrup penyetelan horisontal lampu depan yang tidak sesuai dengan Standar Keamanan Federal.
Sebelumnya. pada 4 Maret 2020, mereka memberi tahu NHTSA tentang masalah ini, dan kemudian pada bulan yang sama mereka mengajukan petisi untuk "Ketidakpatuhan yang Tidak Berkonsekuensi".
Saat ini, hampir dua tahun berselang dan kemudian NHTSA akhirnya memutuskan petisi itu. Keputusan mereka untuk menyangkalnya menyebabkan penarikan itu sendiri.
Dalam kasus ini, NHTSA menggambarkan bahwa bisa saja terjadi bahaya yang menimpa seseorang yang mengendarai karena berkurangnya jarak pandang di salah satu sisi jalan, dan juga berkurangnya jarak pandang di jalan sehingga itu akan meningkatkan risiko kecelakaan.