LANGIT7.ID-Salah satu ujian yang paling halus adalah ketika seseorang mulai merasa dirinya lebih baik daripada orang lain. Bukan di lisan, tetapi di dalam hati. Merasa lebih saleh, lebih berilmu, lebih benar, atau lebih pantas dibandingkan orang lain.
Perasaan ini berbahaya karena sering datang tanpa disadari. Ia bisa menyelinap di balik amal, ibadah, bahkan dakwah dan kebaikan yang kita lakukan. Padahal, kita tidak pernah benar-benar tahu bagaimana penilaian Allah terhadap diri kita maupun terhadap orang lain.
Bisa jadi seseorang yang hari ini terlihat jauh dari kebaikan, suatu saat mendapat hidayah dan menjadi lebih mulia di sisi Allah. Dan bisa jadi seseorang yang hari ini merasa aman dengan amalnya, justru tergelincir karena kesombongan yang tersembunyi.
Iblis tidak menjadi terlaknat karena tidak mengenal Allah. Ia terlaknat karena merasa dirinya lebih baik daripada Nabi Adam عليه السلام.
Dari situlah kita belajar bahwa merasa paling baik adalah pintu yang sangat berbahaya bagi hati.
Semakin banyak ilmu dan amal yang dimiliki, seharusnya semakin rendah hati seseorang. Semakin sadar bahwa semua kebaikan yang ada hanyalah karena pertolongan Allah.
Maka jangan sibuk membandingkan diri dengan orang lain.
Bandingkanlah diri Anda hari ini dengan diri Anda kemarin. Apakah semakin dekat kepada Allah atau justru semakin jauh. Karena hamba yang dicintai Allah bukan yang merasa paling baik, tetapi yang terus berusaha menjadi lebih baik.
(*/saf/ Komunitas QM)
(lam)