Hanung Bramantyo Ungkap Kesulitan Bikin Film Gatotkaca
Mahmuda attar hussein
Rabu, 23 Februari 2022 - 11:05 WIB
Hanung Bramantyo dan pemain film Gatotkaca. (Foto: Antara).
Sutradara Hanung Bramantyo mengungkap kesulitan membikin film Satria Dewa: Gatotkaca. Kendala tersebut khususnya terkait menggarap visual yang apik.
Dia mengatakan, banyak menggunakan CGI (Computer Generated Imagery) dan visual effect yang dikerjakan secara serius dan intens.
Seluruh visual effect dalam Satria Dewa: Gatotkaca dikerjakan oleh Lumine Studio, yang sebelumnya berpengalaman mengerjakan film-film animasi berskala internasional.
Baca Juga:5 Film Palestina di Netflix yang Bisa Temani Akhir Pekan
"Lebih dari 500 titik dalam film harus dikerjakan lewat proses CGI yang makan waktu panjang. Belum lagi bagian pertempuran seru yang harus dibuat dengan detail," kata Hanung dalam keterangan resminya, Rabu (23/2/2022).
Sementara itu, produser Satria Dewa: Gatotkaca, Celerina Judisari, juga mengungkap kesulitan yang dihadapi tim saat syuting di tengah pandemi Covid-19.
Menurut dia, proses syuting film tersebut melibatkan kru besar yang bergerak ke luar kota. Dia merasa bersyukur sebab tidak ada satupun kru yang terinfeksi Covid-19 selama 35 hari produksi karena menerapkan protokol kesehatan ketat.
Dia mengatakan, banyak menggunakan CGI (Computer Generated Imagery) dan visual effect yang dikerjakan secara serius dan intens.
Seluruh visual effect dalam Satria Dewa: Gatotkaca dikerjakan oleh Lumine Studio, yang sebelumnya berpengalaman mengerjakan film-film animasi berskala internasional.
Baca Juga:5 Film Palestina di Netflix yang Bisa Temani Akhir Pekan
"Lebih dari 500 titik dalam film harus dikerjakan lewat proses CGI yang makan waktu panjang. Belum lagi bagian pertempuran seru yang harus dibuat dengan detail," kata Hanung dalam keterangan resminya, Rabu (23/2/2022).
Sementara itu, produser Satria Dewa: Gatotkaca, Celerina Judisari, juga mengungkap kesulitan yang dihadapi tim saat syuting di tengah pandemi Covid-19.
Menurut dia, proses syuting film tersebut melibatkan kru besar yang bergerak ke luar kota. Dia merasa bersyukur sebab tidak ada satupun kru yang terinfeksi Covid-19 selama 35 hari produksi karena menerapkan protokol kesehatan ketat.